Jurnalis Palestina: Pembunuhan Ali Khamenei Menguntungkan Netanyahu, Tapi Tidak untuk Trump

AKURAT.CO Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dinilai memberi keuntungan politik bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, namun tidak membawa manfaat serupa bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Penilaian tersebut disampaikan jurnalis Palestina, Daoud Kuttab, dalam artikel opininya yang dimuat Al Jazeera pada 2 Maret 2026.
Kuttab menulis bahwa pembunuhan seorang pemimpin musuh kerap memberi dorongan politik jangka pendek di tengah perang. Ia menyebut Netanyahu kemungkinan menikmati lonjakan dukungan domestik setelah kematian Khamenei. Namun, menurutnya, situasi itu berbeda bagi Trump.
“Presiden AS dapat membual tentang membunuh seorang pemimpin berusia 86 tahun dari negara jauh,” tulis Kuttab.
Namun ia menambahkan bahwa langkah tersebut berisiko dipandang publik Amerika sebagai keterlibatan dalam perang mahal yang tidak menghadirkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat.
Baca Juga: Korps Garda Revolusi Islam Iran Klaim Tewaskan 680 Tentara Israel
Secara tidak langsung, Kuttab menilai Trump menghadapi tekanan domestik yang lebih besar dibanding Netanyahu. Di tengah persoalan ekonomi dan biaya hidup di AS, pengeluaran miliaran dolar untuk operasi militer dinilai dapat memicu pertanyaan publik mengenai prioritas kebijakan luar negeri Washington.
Kuttab juga mengingatkan bahwa strategi pemenggalan kepala kepemimpinan di Timur Tengah kerap menimbulkan konsekuensi jangka panjang yang tidak terduga. Ia mencontohkan pengalaman di Irak dan Libya, di mana runtuhnya kepemimpinan justru membuka ruang kekacauan dan memperkuat aktor-aktor bersenjata non-negara.
Menurutnya, sangat mungkin pengganti Khamenei tidak akan lebih moderat atau lebih terbuka terhadap negosiasi. Bahkan, situasi pasca-pembunuhan bisa memicu ketidakstabilan yang berdampak luas terhadap kawasan dan sekutu-sekutu AS.
“Strategi pembunuhan dan pemenggalan kepala tidak berhasil,” tulis Kuttab, seraya menyatakan harapannya agar Washington belajar dari pengalaman masa lalu.
Ia menegaskan bahwa meskipun langkah tersebut bisa menjadi kemenangan politik jangka pendek bagi Netanyahu, bagi Trump risiko politik dan strategisnya jauh lebih besar dalam jangka menengah dan panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya






