Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Kilang Minyak Rusia, Perbaikan Bisa 6 Bulan
AKURAT.CO Serangan drone Ukraina menghantam kilang minyak Orsknefteorgsintez di wilayah Orenburg, Rusia, hingga fasilitas tersebut terpaksa menghentikan seluruh operasinya. Pemerintah setempat memperkirakan proses perbaikan dapat memakan waktu hingga enam bulan karena kerusakan terjadi pada infrastruktur penting dan sejumlah peralatan harus didatangkan dari luar negeri.
Gubernur Orenburg Yevgeny Solntsev mengatakan serangan pada 11 Agustus 2026 merusak sejumlah infrastruktur utama kilang yang saat ini belum dapat dipulihkan. Pernyataan tersebut dikutip Reuters pada 13 Agustus.
“Peralatannya diimpor dan, mengingat sanksi, perbaikan dapat memakan waktu hingga enam bulan,” kata Solntsev. Ia memastikan kilang tersebut kini sepenuhnya berhenti beroperasi.
Kilang Berjarak Ribuan Kilometer dari Ukraina
Orsknefteorgsintez berada di Kota Orsk, dekat perbatasan Rusia-Kazakhstan. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 6 juta ton minyak mentah per tahun, atau sekitar 115.000 barel per hari.
Fasilitas tersebut memproduksi berbagai produk olahan minyak, termasuk bensin, solar, bahan bakar penerbangan, bitumen, dan bahan bakar minyak.
Serangan terhadap fasilitas di Orsk menunjukkan kemampuan Ukraina menjangkau sasaran energi jauh di dalam wilayah Rusia. Jarak lokasi kilang dari Ukraina mencapai lebih dari 1.300 kilometer.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan. Namun, tingkat kerusakan yang dilaporkan pemerintah Rusia belum dapat diverifikasi secara independen.
Rusia Bersiap Hadapi Kelangkaan BBM
Penghentian operasi kilang Orsk terjadi ketika Rusia menghadapi tekanan terhadap pasokan bahan bakar akibat serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi.
Solntsev mengatakan pemerintah Orenburg bahkan mulai menyiapkan skenario terburuk apabila gangguan pasokan berlangsung lama. Wilayah tersebut kemungkinan harus mengandalkan bahan bakar impor dan telah mulai mengubah jalur logistik untuk menjaga ketersediaan BBM.
Dari 287 stasiun pengisian bahan bakar di wilayah Orenburg, sekitar 80 persen masih beroperasi. Pemerintah daerah juga mengambil langkah untuk menjaga distribusi bahan bakar di tengah gangguan pasokan.
Serangkaian serangan terhadap kilang dan fasilitas minyak Rusia sebelumnya telah dikaitkan dengan meningkatnya kelangkaan bensin, kenaikan harga, pembatasan penjualan, serta pembatasan ekspor di sejumlah wilayah.
Ukraina Kembali Serang Kilang Minyak Rusia
Serangan terhadap Orsk bukan satu-satunya serangan terbaru terhadap sektor energi Rusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








