Hamas Setuju Lucuti Senjata, Kesepakatan Damai Gaza Masuk Babak Bersejarah, Israel Masih Bungkam

AKURAT.CO Kelompok Hamas menyatakan bersedia melucuti senjatanya dalam sebuah kesepakatan damai yang disebut-sebut sebagai langkah paling signifikan sejak konflik berkepanjangan di Jalur Gaza. Meski demikian, implementasi perjanjian tersebut masih bergantung pada sikap Israel yang hingga kini belum memberikan respons resmi.
Kesepakatan yang dimediasi Mesir bersama Qatar dan Turki itu mengadopsi peta jalan (roadmap) baru berisi 15 poin yang menjadi dasar proses penghentian konflik secara bertahap.
Berdasarkan rancangan perjanjian, Hamas akan menyerahkan seluruh persenjataannya secara bertahap. Sebagai imbalannya, pasukan Israel diwajibkan menarik diri dari Jalur Gaza sesuai tahapan pelucutan senjata, sementara pasukan stabilisasi internasional akan membantu menjaga keamanan bersama kepolisian Palestina hingga pemerintahan baru terbentuk.
Pemerintah Mesir pada Jumat mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati kerangka roadmap tersebut. Kedua pihak dijadwalkan kembali bertemu di Kairo untuk membahas mekanisme pelaksanaan kesepakatan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut positif perkembangan itu. Ia mengucapkan terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas peran mereka sebagai mediator, serta menyebut perjanjian tersebut sebagai "kesepakatan bersejarah".
Hamas Beri Syarat Tegas
Meski menyatakan siap melucuti senjata, Hamas menegaskan bahwa komitmen tersebut hanya akan dijalankan apabila Israel memenuhi seluruh kewajibannya.
Seorang negosiator senior Hamas mengatakan pelucutan senjata bergantung pada penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, pembentukan komite nasional Palestina, serta dimulainya proses rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.
Pejabat senior Hamas, Ghazi Hamad, menegaskan bahwa isi kesepakatan telah mengatur kewajiban kedua belah pihak secara jelas.
"Perjanjian itu memuat ketentuan bahwa Israel harus melaksanakan seluruh komitmennya. Jika Israel tidak menjalankan perjanjian, maka kami juga tidak akan melaksanakannya," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Hamas masih menaruh kecurigaan terhadap komitmen Israel, yang selama ini menjadi hambatan utama dalam berbagai upaya perdamaian sebelumnya.
Isi Tahap Awal Kesepakatan
Rencana damai yang diperkenalkan Presiden Trump pada September 2025 terdiri dari sejumlah tahapan.
Tahap pertama mencakup pembebasan seluruh sandera Israel dan pertukaran tahanan Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







