Menjelang Kepulangan Sheikh Hasina, Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Resmi Mundur
AKURAT.CO Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin mengundurkan diri dari jabatannya, dua tahun sebelum masa jabatan lima tahunnya berakhir. Shahabuddin, 76 tahun, menyebut kondisi kesehatan sebagai alasan utama keputusan tersebut.
Pengunduran diri itu diumumkan pada Jumat di tengah meningkatnya desakan dari sejumlah kelompok oposisi agar Shahabuddin meninggalkan jabatannya.
Dalam pernyataan yang dirilis sekretaris persnya, Shahabuddin mengatakan hasil pemeriksaan medis terbaru menunjukkan dirinya mengalami Autonomic Neuropathy, sebuah kondisi yang disebut membuatnya sesekali mengalami kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.
"Saya menderita penyakit serius sehingga tidak mampu menjalankan tugas sebagai pemegang jabatan konstitusional," kata Shahabuddin dalam surat pengunduran diri yang disampaikan kepada Ketua Parlemen Bangladesh, Hafiz Uddin Ahmed, Jumat.
Ahmed dilaporkan telah menerima pengunduran diri tersebut.
Juru bicara kepresidenan Sarwar Alam menjelaskan bahwa berdasarkan konstitusi Bangladesh, pengunduran diri presiden berlaku efektif setelah surat yang telah ditandatangani diserahkan kepada ketua parlemen.
Ketua Parlemen Jalankan Tugas Presiden
Setelah Shahabuddin resmi mengundurkan diri, Ketua Parlemen Bangladesh akan menjalankan tugas-tugas kepresidenan hingga presiden baru terpilih.
Konstitusi Bangladesh mengatur bahwa pemilihan presiden baru harus dilaksanakan dalam waktu maksimal 90 hari.
Pengunduran diri Shahabuddin terjadi ketika situasi politik Bangladesh masih berada dalam masa transisi setelah jatuhnya pemerintahan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Agustus 2024.
Hasina digulingkan setelah gelombang aksi protes yang dipimpin kaum muda mengguncang negara tersebut. Beberapa hari kemudian, pemerintahan sementara dibentuk untuk mengelola transisi politik Bangladesh.
Isu Hubungan dengan Sheikh Hasina Mencuat
Keputusan Shahabuddin mundur juga muncul di tengah laporan media mengenai dugaan komunikasi antara dirinya dan Sheikh Hasina.
Menurut laporan media Bangladesh The Daily Star, Shahabuddin disebut berbicara melalui telepon dengan Hasina yang kini tinggal di India ketika sang presiden melakukan perjalanan ke Inggris untuk menjalani perawatan medis pada Mei tahun ini.
Shahabuddin membantah laporan tersebut.
Ketika ditanya mengenai alasan pengunduran dirinya, Shahabuddin mengatakan dirinya memang mengalami berbagai komplikasi kesehatan.
"Saya menderita berbagai komplikasi kesehatan," ujarnya kepada The Daily Star. "Saya tidak punya hal lain untuk ditambahkan saat ini."
Shahabuddin diketahui melakukan perjalanan ke London pada 9 Mei dan kembali ke Bangladesh pada 18 Mei.
Masa Jabatan Shahabuddin Seharusnya Berakhir 2028
Shahabuddin menjabat sebagai Presiden Bangladesh sejak April 2023. Masa jabatan lima tahunnya seharusnya baru berakhir pada 2028.
Ia memimpin Bangladesh dalam periode politik yang sangat bergejolak, termasuk setelah jatuhnya pemerintahan Sheikh Hasina pada Agustus 2024 hingga pembentukan pemerintahan sementara beberapa hari kemudian.
Sheikh Hasina saat ini tinggal di pengasingan di New Delhi, India. Menurut laporan Reuters, ia diperkirakan akan kembali ke Bangladesh pada Desember mendatang.
Pengunduran diri Shahabuddin dinilai berpotensi semakin mengubah peta politik Bangladesh menjelang rencana kepulangan Hasina. Mundurnya presiden juga berarti Hasina kehilangan salah satu tokoh yang sebelumnya berada di posisi tinggi negara, meski peran presiden Bangladesh pada dasarnya lebih bersifat seremonial.
Dalam sistem pemerintahan Bangladesh, presiden memang merupakan kepala negara. Namun, kekuasaan eksekutif berada di tangan perdana menteri dan kabinet.
Karena itu, pengunduran diri Shahabuddin tidak serta-merta mengubah pusat kekuasaan eksekutif Bangladesh. Namun, pergantian kepala negara tetap menjadi perkembangan penting di tengah proses transisi politik dan dinamika menjelang kemungkinan kembalinya Sheikh Hasina.
Sumber: Aljazeera
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja





