Israel Gempur Lebanon Selatan Meski Gencatan Senjata, 9 Tewas dan Belasan Luka-Luka

AKURAT.CO Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel kembali memanas. Sedikitnya sembilan orang tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan pada Senin waktu setempat, meski kedua pihak masih berada dalam masa gencatan senjata.
Media pemerintah Lebanon melaporkan, rentetan serangan menghantam sejumlah kota di wilayah Nabatieh, Bint Jbeil, Tyre hingga Lebanon timur. Korban sipil berjatuhan, termasuk dua tenaga medis yang terluka saat melakukan evakuasi di lokasi serangan.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), dua warga tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel di Kota Ebba, Nabatieh. Sementara itu, sebuah drone Israel menyerang mobil di Kota Haris, Distrik Bint Jbeil, menewaskan satu orang dan melukai saudaranya.
Serangan drone lainnya juga menghantam Kota Yater di wilayah yang sama dan menyebabkan satu korban jiwa. Di Kota Doueir, Nabatieh, dua warga sipil tewas setelah rudal yang ditembakkan drone Israel menghantam sebuah kendaraan.
Situasi semakin mencekam ketika sebuah pusat layanan kesehatan di Kota Srifa, Tyre, turut menjadi sasaran serangan. Satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya terluka dalam insiden tersebut.
Tak hanya itu, dua orang kembali dilaporkan meninggal dunia akibat serangan drone Israel di Kota Zibdine, Nabatieh.
Di tengah upaya penyelamatan korban, dua tenaga medis dari tim pertahanan sipil yang berafiliasi dengan Islamic Health Society terluka akibat serangan udara ganda Israel di wilayah Toul, Nabatieh. Mereka sebelumnya sedang merespons serangan pertama ketika serangan susulan terjadi.
Militer Israel juga disebut menggempur rumah mantan kepala munisipalitas di Sajd, serta melancarkan serangan di Kfar Rumman dan Safad al-Battikh. Namun, belum ada informasi resmi terkait jumlah korban dari lokasi tersebut.
Sebelum melancarkan serangan, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan evakuasi untuk sembilan kota di Lebanon selatan dan timur.
Melalui unggahan di platform X, Adraee meminta warga di Rihan, Jarjou, Kfar Rumman, Nmairiyeh, Arabsalim, Harouf, Jmayjmeh, Mashghara, dan Qlayaa segera meninggalkan wilayah mereka. Israel menuding area tersebut digunakan sebagai infrastruktur milik kelompok Hezbollah.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 17 April dan diperpanjang hingga pertengahan Mei, militer Israel dan Hezbollah masih kerap terlibat baku tembak dan serangan lintas perbatasan hampir setiap hari.
Sejak 2 Maret lalu, serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 2.869 orang, melukai 8.730 lainnya, dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.
Eskalasi terbaru ini terjadi menjelang rencana pembicaraan damai antara Lebanon dan Israel yang akan dimediasi Amerika Serikat di Washington pada 14–15 Mei mendatang.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







