Trump Batalkan Kunjungan Delegasi AS ke Pakistan untuk Bahas Iran, Diplomasi Mandek

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana kunjungan pejabat AS ke Pakistan untuk membahas konflik Iran, Sabtu, tak lama setelah delegasi Teheran meninggalkan Islamabad.
Trump mengatakan utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner hanya akan membuang waktu. Ia menegaskan, jika Iran ingin berunding, “mereka cukup menelepon.”
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi melakukan pembicaraan dengan Pakistan sebagai mediator. Usai pertemuan, ia menyatakan telah menyampaikan posisi Iran untuk mengakhiri perang, namun masih meragukan keseriusan AS dalam jalur diplomasi.
Upaya diplomatik sejauh ini mengalami kebuntuan, meski Trump telah memperpanjang gencatan senjata yang semula berakhir pada 22 April guna memberi ruang negosiasi.
Ketegangan di Selat Hormuz dan Isu Nuklir Iran
Kedua pihak masih bersitegang terkait Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Iran membatasi lalu lintas kapal setelah serangan AS dan Israel pada Februari, serta di tengah sengketa program nuklir Teheran.
Baca Juga: Iran Keluarkan Pernyataan Resmi Menolak Perundingan Baru dengan Amerika Serikat
Sebagai respons, AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut untuk menekan ekspor minyak Iran.
Gedung Putih sebelumnya menyebut Iran “ingin berunding” saat rencana kunjungan diumumkan, namun Teheran menegaskan tidak ada agenda pertemuan langsung.
Trump menyatakan gencatan senjata masih akan bertahan, meski peluang pembicaraan tatap muka lanjutan semakin menipis. Saat ditanya apakah pembatalan kunjungan berarti perang akan berlanjut, ia mengatakan kepada Axios bahwa hal itu belum dipertimbangkan.
Trump juga menuding terjadi “konflik internal dan kebingungan besar” dalam kepemimpinan Iran. Melalui platform Truth Social, ia menulis bahwa AS “memegang semua kartu” dalam konflik tersebut.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance disebut telah bersiaga untuk ikut dalam pembicaraan jika pertemuan berlangsung sukses. Ia sebelumnya memimpin delegasi AS dalam putaran pertama perundingan awal bulan ini.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tetap terbuka untuk dialog, namun menilai pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman menjadi hambatan utama negosiasi.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung hangat dan konstruktif. Pakistan dalam beberapa pekan terakhir memang berperan sebagai mediator, termasuk dalam pertemuan pejabat tinggi AS dan Iran pada 11 April yang berakhir tanpa kesepakatan.
Aragchi dijadwalkan melanjutkan lawatan ke Oman dan Rusia, serta kemungkinan kembali ke Islamabad setelahnya.
Latar Belakang Konflik
Konflik ini dipicu kekhawatiran AS dan Israel terhadap ambisi nuklir Iran. Washington dan Tel Aviv menuding Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran membantah dan menyatakan programnya bertujuan untuk energi, meski pengayaan uranium telah mendekati tingkat senjata.
Serangan di Lebanon Selatan
Di wilayah lain, sedikitnya empat orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan, menurut kantor berita pemerintah setempat. Militer Israel menyebut kelompok Hezbollah telah menembakkan roket ke wilayahnya.
Meski terdapat gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah, kedua pihak masih saling serang dalam beberapa pekan terakhir dan saling menuding pelanggaran.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan militer telah diperintahkan untuk “menyerang secara intensif target Hezbollah di Lebanon.”
Sumber: BBC
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







