Ubah Strategi Nasional dalam Perang, Iran Diprediksi Lumpuhkan AS–Israel

AKURAT.CO Iran dilaporkan melakukan perubahan besar dalam doktrin militernya dengan menggeser strategi dari defensif menjadi ofensif di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Perubahan tersebut disebut sebagai transformasi resmi dalam kebijakan operasional tempur angkatan bersenjata Iran. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika konflik terbaru, termasuk serangan yang terjadi pada Februari lalu yang memicu eskalasi.
Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, menyampaikan langsung arah baru kebijakan militer negaranya. Ia menegaskan bahwa strategi nasional Iran kini memasuki fase menyerang.
Baca Juga: Pengamat: Negara Arab Tak Punya Nyali Deklarasikan Perang terhadap Iran
“Pergeseran strategi nasional ini bertujuan utama untuk mengacaukan seluruh skenario dan perhitungan yang dimiliki musuh,” ujar Abdollahi dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan perombakan menyeluruh pada taktik lapangan. Iran disebut telah menyesuaikan pergerakan unit tempurnya agar sejalan dengan visi ofensif yang telah ditetapkan.
Selain perubahan doktrin, Iran juga memperkenalkan berbagai sistem persenjataan generasi terbaru. Inovasi tersebut diklaim merupakan hasil pengembangan ilmuwan dalam negeri.
Menurut Abdollahi, kemajuan teknologi militer itu telah memberi dampak psikologis terhadap pihak lawan.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan tempur Iran yang kian canggih telah mengganggu perencanaan strategis jangka panjang musuh,” katanya.
Ia juga memperingatkan bahwa transformasi yang terlihat saat ini masih merupakan tahap awal.
“Apa yang disaksikan dunia saat ini barulah tahap awal dari proses transformasi,” tegasnya.
Sebelumnya, Iran melancarkan operasi militer yang disebut sebagai respons atas serangan dan pembunuhan terhadap sejumlah pejabat tinggi serta komandan militer pada Februari lalu.
Baca Juga: Tak Gentar! Iran Tantang Balik AS Setelah Trump Ultimatum Buka Selat Hormuz
Situasi di kawasan Asia Barat hingga kini masih berkembang. Sejumlah analis menilai perubahan strategi tersebut berpotensi memengaruhi peta kekuatan regional, terutama dalam relasi Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









