Akurat

Kedutaan Besar AS di Riyadh Diserang Drone Iran

Fitra Iskandar | 3 Maret 2026, 08:16 WIB
Kedutaan Besar AS di Riyadh Diserang Drone Iran
Kedutaan Besar AS di Riyadh. Foto: Getty

AKURAT.CO Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, diserang dua drone pada Senin waktu setempat. Serangan tersebut memicu kebakaran kecil dan menyebabkan kerusakan material ringan pada bangunan, menurut keterangan juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian ketegangan yang meluas di kawasan, setelah Iran melancarkan serangan balasan menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di wilayahnya pada akhir pekan lalu.

Pasca-serangan, Misi Amerika Serikat untuk Arab Saudi mengeluarkan pemberitahuan “shelter in place” atau imbauan berlindung di tempat bagi warga di Riyadh, Jeddah, dan Dhahran. Pihak kedutaan juga membatasi perjalanan non-esensial ke instalasi militer di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, misi diplomatik AS merekomendasikan seluruh warga negara Amerika yang berada di Arab Saudi untuk segera berlindung dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Beberapa jam sebelum serangan di Riyadh, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, mengeluarkan pernyataan tegas yang meminta warga Amerika untuk segera meninggalkan sejumlah negara di Timur Tengah. Negara-negara yang disebut antara lain Israel, Bahrain, Mesir, Irak, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Lebanon, Qatar, Oman, Suriah, Yaman, dan Yordania, dengan alasan risiko keamanan yang serius.

Eskalasi konflik di kawasan Teluk dalam 72 jam terakhir disebut telah melibatkan lebih dari selusin negara, memperluas dampak perang yang bermula dari serangan terhadap Iran.

Otoritas terkait masih memantau situasi dan perkembangan terbaru akan diumumkan kemudian.

Foto: Axios

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.