Penembakan di Taverna Dekat Johannesburg Tewaskan 9 Orang, Polisi Buru Pelaku

AKURAT.CO Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dalam penembakan di Johannesburg dan sekitarnya pada Minggu dini hari. Insiden berdarah itu terjadi di sebuah taverna yang berlokasi di Bekkersdal, kawasan permukiman di barat daya kota Johannesburg, Afrika Selatan. Selain korban meninggal, sedikitnya 10 orang lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan.
Kepolisian Afrika Selatan menyatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Berdasarkan keterangan awal, sekelompok pelaku yang berjumlah sekitar 12 orang datang menggunakan sebuah kendaraan jenis kombi berwarna putih dan sebuah sedan berwarna perak. Para pelaku kemudian melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah pengunjung taverna sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Hingga kini, motif penembakan di Johannesburg tersebut masih belum diketahui. Aparat kepolisian menyebut tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian itu untuk segera melapor. Pihak kepolisian juga menyatakan telah mengerahkan sejumlah petugas untuk mengamankan area dan mengumpulkan barang bukti.
Kasus penembakan massal bukan hal baru di Afrika Selatan. Negara dengan perekonomian terbesar di benua Afrika ini juga dikenal memiliki tingkat kejahatan kekerasan yang tinggi. Berdasarkan data statistik kejahatan kepolisian tahun 2024, angka pembunuhan di Afrika Selatan mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir, dengan rata-rata satu orang tewas setiap 20 menit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






