Hujan Lebat Sebabkan Banjir di Gaza, Ribuan Pengungsi Palestina Kehilangan Tempat Berteduh

AKURAT.CO Hujan deras yang mengguyur Jalur Gaza pada Selasa (25/11) memicu banjir yang merendam ribuan tenda pengungsi Palestina. Banyak dari mereka kini menghadapi musim dingin tanpa tempat tinggal layak.
Sebagian besar dari lebih dari dua juta penduduk Gaza kehilangan rumah akibat perang darat dan serangan udara Israel sejak konflik pecah setelah serangan Hamas pada Oktober 2023. Banyak warga kini tinggal di tenda sementara atau bangunan darurat yang tidak mampu melindungi dari cuaca ekstrem.
Meski gencatan senjata relatif bertahan sejak pertengahan Oktober, kondisi Gaza masih memprihatinkan. Infrastruktur dasar hancur, dan kawasan permukiman padat rusak parah akibat perang yang berlangsung dua tahun.
“Penderitaan ini sudah luar biasa. Hujan turun deras padahal musim dingin baru dimulai,” ujar Um Ahmed Aowdah, salah satu pengungsi. “Tenda dan terpal kami sudah dipakai lebih dari dua tahun. Semuanya sudah rusak.”
Menurut Amjad Al-Shawa, Kepala Jaringan LSM Palestina, setidaknya 300.000 tenda baru dibutuhkan untuk menampung sekitar 1,5 juta warga yang masih mengungsi.
Layanan Pertahanan Sipil Palestina melaporkan ribuan tenda rusak atau terendam air dalam sepekan terakhir. Di beberapa lokasi, banjir mencapai ketinggian 40–50 sentimeter, menyebabkan sejumlah tenda hanyut. Sebuah rumah sakit lapangan juga terpaksa menghentikan operasional akibat banjir.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan tengah berupaya memasok kebutuhan musim dingin ke Gaza. Namun jumlah truk bantuan yang dapat masuk ke wilayah tersebut masih terbatas karena pembatasan yang diberlakukan Israel.
Otoritas Gaza yang dipimpin Hamas menyatakan Israel tidak memenuhi komitmen jumlah bantuan sesuai kesepakatan gencatan senjata. Organisasi kemanusiaan internasional juga melaporkan banyak barang penting tertahan.
Israel membantah tuduhan tersebut dan menegaskan telah mematuhi kesepakatan. Israel menyebut keterlambatan distribusi terjadi karena lemahnya koordinasi lembaga bantuan serta pencurian oleh kelompok Hamas. Hamas sudah membantah tuduhan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan
- 10KPK Dalami Setoran Berjenjang dari Kantor Pertanahan hingga Pejabat Kementerian ATR/BPN







