Akurat

Trump Bela Putra Mahkota MBS, Istri Jamal Khashoggi: Tak Ada Keadilan!

Kumoro Damarjati | 19 November 2025, 10:24 WIB
Trump Bela Putra Mahkota MBS, Istri Jamal Khashoggi: Tak Ada Keadilan!


AKURAT.CO Istri jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, Hanan Khashoggi, menyatakan bahwa “tidak ada keadilan” yang diberikan terkait pembunuhan suaminya pada 2018. Khashoggi, yang dikenal sebagai pengkritik keras pemerintah Saudi, tewas dibunuh oleh agen Saudi di Konsulat Saudi di Istanbul.

Laporan intelijen Amerika Serikat sebelumnya menyimpulkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) terlibat dalam perintah penangkapan atau pembunuhan tersebut. MBS membantah memerintahkan operasi itu, tetapi mengakui bertanggung jawab sebagai pemimpin de facto kerajaan.

MBS melakukan kunjungan ke Gedung Putih pada Selasa waktu setempat, kunjungan pertamanya dalam tujuh tahun. Presiden AS Donald Trump membela sang putra mahkota dan meragukan penilaian intelijennya sendiri terkait kasus Khashoggi.

Trump bahkan menyebut Khashoggi sebagai sosok yang “kontroversial” dan mengatakan “banyak orang tidak menyukainya”.

“Mereka Menghancurkan Hidup Saya”

Dalam wawancara dengan Sky News, Hanan Khashoggi menyatakan kecewa atas pernyataan Trump. Ia menegaskan suaminya adalah “pria hebat, profesional, dan berani.” Ia juga meminta kompensasi dari MBS dan mendesak agar jenazah Khashoggi dikembalikan untuk dimakamkan secara layak.

“Suami saya tidak kontroversial atau tidak disukai. Tapi meskipun ia kontroversial, itu tidak membenarkan penculikan, penyiksaan, pembunuhan, dan penghancuran tubuhnya,” kata Hanan.

“Mereka membunuh suami saya, mereka menghancurkan hidup saya. Mereka harus memberikan kompensasi,” ujarnya.

Trump: “Hal-Hal Seperti Itu Terjadi”

Menanggapi pertanyaan soal kasus tersebut di Oval Office, Trump mengatakan, “Suka atau tidak suka, hal-hal seperti itu terjadi. Tapi dia (MBS) tidak tahu apa-apa soal itu, dan kita cukup sampai di situ.”

Trump juga meminta agar media tidak “mempermalukan tamu” dengan pertanyaan tentang pembunuhan tersebut. Ia bahkan memuji rekam jejak hak asasi manusia Arab Saudi tanpa menyebutkan contoh spesifik.

Sementara itu, kelompok HAM menilai pemerintah Saudi masih menekan para aktivis, jurnalis, dan pembangkang politik. Mereka juga menyoroti lonjakan eksekusi mati yang dikaitkan dengan upaya meredam oposisi internal.

Dalam kunjungan tersebut, MBS mengumumkan peningkatan rencana investasi Arab Saudi di AS menjadi US$1 triliun, naik dari komitmen sebelumnya sebesar US$600 miliar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.