Akurat

Pengadilan Thailand Putuskan Ekstradisi Raja Judi Online China She Zhijiang ke Beijing

Kumoro Damarjati | 11 November 2025, 09:00 WIB
Pengadilan Thailand Putuskan Ekstradisi Raja Judi Online China She Zhijiang ke Beijing


AKURAT.CO Pengadilan banding Thailand memutuskan untuk menegakkan perintah ekstradisi terhadap She Zhijiang, warga negara China yang dikenal sebagai raja judi online internasional, setelah lebih dari tiga tahun proses hukum berlangsung.

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin (10/11/2025) melalui pernyataan resmi dari kantor kejaksaan Thailand.

Kasus She Zhijiang: Dari Penangkapan hingga Putusan Banding

She Zhijiang, 43 tahun, adalah warga negara China yang juga memiliki paspor Kamboja. Ia ditangkap oleh polisi Thailand pada Agustus 2022 berdasarkan surat perintah internasional dan red notice Interpol yang diminta oleh pemerintah China.

Beijing menuduh She menjalankan operasi perjudian online ilegal berskala besar.

Pada Mei 2024, pengadilan pidana Thailand memutuskan bahwa She dapat diekstradisi ke China. Namun, tim kuasa hukumnya mengajukan banding dengan alasan keputusan tersebut melanggar hukum nasional.

Bulan lalu, Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan bahwa perintah ekstradisi tersebut sah secara hukum, membuka jalan bagi proses pemulangan She ke China untuk diadili.

Didakwa Kelola 239 Situs Judi dan Kasino di Myanmar

Dalam pernyataannya, jaksa Thailand mengatakan bahwa She akan diekstradisi untuk menghadapi persidangan di China atas tuduhan mengoperasikan kasino ilegal.

Ia diduga mendirikan dan mengelola 239 situs perjudian online dengan modal berputar lebih dari 12,6 triliun baht (sekitar Rp5,5 kuadriliun).

Selain itu, She juga dituduh membangun dua kasino besar di Shwe Kokko, Myanmar, di mana ia disebut menarik warga China untuk berjudi secara daring melalui berbagai platform digital.

Klaim Bermotif Politik

She Zhijiang membantah seluruh tuduhan tersebut. Melalui pengacaranya, Sanya Eadjongdee, ia menyebut kasus ini bermotif politik dan terkait dugaan pelanggaran yang disebut terjadi sejak tahun 2011.

Menurut Sanya, putusan Pengadilan Banding dikeluarkan pada 6 November dan telah disampaikan kepada She dan tim kuasa hukumnya pada Senin. Saat ini She masih ditahan di Penjara Remand Bangkok.

Pemerintah Thailand memiliki waktu 90 hari untuk menyiapkan proses ekstradisi ke China, kata Sanya.

Jaringan Perjudian dan Investigasi Internasional

Pada saat penangkapannya, She diketahui memimpin kerajaan bisnis perjudian bernilai miliaran dolar yang berpusat di kawasan Shwe Kokko, proyek kasino dan pariwisata di perbatasan Thailand–Myanmar.

Pada September lalu, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap sembilan perusahaan dan individu yang terafiliasi dengan proyek Shwe Kokko, karena diduga terlibat dalam jaringan penipuan daring dan perdagangan manusia di Asia Tenggara.

Kawasan perbatasan antara Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja kini menjadi pusat aktivitas penipuan online dan perjudian ilegal. PBB melaporkan miliaran dolar dihasilkan dari praktik perdagangan manusia, di mana ratusan ribu orang dipaksa bekerja di kompleks judi dan penipuan daring sejak pandemi COVID-19.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.