Akurat

Kereta Peluru China Pecahkan Rekor Dunia dengan Kecepatan 450 Km/Jam

Kumoro Damarjati | 22 Oktober 2025, 13:14 WIB
Kereta Peluru China Pecahkan Rekor Dunia dengan Kecepatan 450 Km/Jam

 

AKURAT.CO China kembali mencatat tonggak baru dalam teknologi transportasi setelah kereta peluru CR450 berhasil mencapai kecepatan 450 kilometer per jam dalam uji coba praoperasional di jalur cepat Shanghai–Chongqing–Chengdu, Selasa (21/10).

Pencapaian ini memecahkan rekor kecepatan sebelumnya yang dipegang oleh kereta CR400 Fuxing, yakni 350 kilometer per jam, sebagaimana dilaporkan Interesting Engineering.

Sebagai perbandingan, kereta cepat TGV milik Prancis dan Shinkansen dari Jepang memiliki kecepatan maksimum 320 kilometer per jam, sedangkan KTX-Sancheon asal Korea Selatan mencapai 305 kilometer per jam, menurut laporan Chosun Biz.

Kereta CR450 pertama kali diperkenalkan pada November 2024 dan telah menjalani serangkaian pengujian untuk memenuhi target kinerja sebelum beroperasi secara komersial. CGTN melaporkan, kereta ini akan menempuh 600.000 kilometer uji operasi sebelum dinyatakan layak untuk layanan penumpang.

Dalam pengujian, CR450 mampu berakselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 350 km/jam dalam waktu 4 menit 40 detik, atau 100 detik lebih cepat dari pendahulunya. Bahkan, dua unit CR450 yang melintas berlawanan arah mencatat kecepatan gabungan 896 km/jam, menurut laporan Xinhua.

Kecepatan luar biasa tersebut dicapai berkat peningkatan aerodinamika dan struktur desain. Model baru ini memiliki hidung lebih panjang dan ramping, atap 20 sentimeter lebih rendah, serta bobot berkurang 50 ton, yang secara keseluruhan menurunkan hambatan udara hingga 22 persen.

Dikembangkan oleh China State Railway Group sejak 2021, CR450 dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada 2026, menandai era baru transportasi cepat di Tiongkok dan dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.