Mahasiswa Indonesia di Chicago Satukan 24 State Lewat Indonesia American Games 2026

AKURAT.CO Davon Arjunaidi, mahasiswa asal Indonesia, menjadi sorotan setelah menggagas ajang olahraga berskala internasional bertajuk Indonesia American Games (IAG) 2026. Kegiatan tersebut rencananya akan digelar di Chicago, Amerika Serikat, pada 19–21 Juni 2026.
Mahasiswa berusia 20 tahun itu saat ini menempuh studi Finance di DePaul University, Chicago. Perjalanannya menuju Amerika Serikat tidaklah singkat.
Usai lulus dari SMAK 6 Penabur, Davon sempat mengikuti keinginan orang tuanya untuk menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada 2024. Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama.
Ia hanya mengikuti orientasi mahasiswa baru selama tiga hari sebelum akhirnya memilih mengundurkan diri.
“Setelah tiga hari ikut OSPEK, saya memutuskan keluar karena saya merasa itu bukan pilihan hidup saya, melainkan keinginan orang tua,” ujar Davon.
Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Davon kemudian memilih mengejar minatnya di bidang keuangan dan mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat melalui jalur beasiswa.
Ia mengikuti tes SAT (Scholastic Assessment Test) dan melakukan persiapan intensif selama beberapa tahun. Usahanya membuahkan hasil ketika ia dinyatakan lolos dan memperoleh beasiswa untuk jurusan Finance di DePaul University.
“Saya berjuang mendapatkan beasiswa Finance. Akhirnya nilai SAT saya memenuhi persyaratan untuk mendapatkan scholarship,” katanya.
Pada 2024, Davon berangkat ke Chicago dan memulai babak baru kehidupannya.
Baginya, keputusan tersebut adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ia mampu membanggakan orang tua melalui jalur yang dipilihnya sendiri.
Satukan Diaspora Lewat Indonesia American Games 2026
Di tengah kesibukan kuliahnya, Davon menggagas sebuah ide besar: menyatukan diaspora dan mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat melalui ajang olahraga lintas negara bagian.
Gagasan itu diwujudkan dalam konsep Indonesia American Games (IAG) 2026, yang akan digelar perdana di Chicago.
“Pekan olahraga ini akan menyatukan diaspora dan mahasiswa Indonesia dari 24 state di Amerika Serikat,” jelasnya.
Ajang tersebut dirancang berlangsung selama tiga hari dengan mempertandingkan delapan cabang olahraga, yakni atletik (running), bulu tangkis, catur, bola voli, mini soccer, pickleball, basket, dan tenis.
Untuk merealisasikan rencana itu, Davon mengajukan dukungan kepada Komite Olimpiade Indonesia dan memperoleh surat dukungan resmi.
“Saya mendapatkan support letter dari NOC Indonesia untuk mengadakan acara ini di Amerika,” ujarnya.
Berbekal dukungan tersebut, ia mulai menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan Permias Nasional serta perwakilan Indonesia di Amerika Serikat.
Davon menegaskan bahwa IAG 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan wadah mempererat solidaritas diaspora Indonesia di luar negeri.
“Ini pekan olahraga pertama yang digagas mahasiswa usia 20 tahun dan menyatukan 24 state di Amerika Serikat,” tuturnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, IAG 2026 juga diharapkan dapat melahirkan bibit atlet muda yang berpotensi diarahkan menuju Olimpiade 2028.
Panitia juga membuka peluang bagi relawan dan peserta untuk mengakses informasi beasiswa melalui jejaring National Olympic Committee (NOC) internasional.
Ke depan, Davon berencana menjadikan Indonesia American Games sebagai agenda tahunan yang berpindah kota sesuai dukungan dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat.
Ia berharap ajang tersebut dapat menjadi simbol kebersamaan diaspora Indonesia sekaligus bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu berkontribusi di panggung internasional.
Baca Juga: Kementerian ESDM Koordinasi dengan PLN Jaga Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit
“Kami meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai rencana,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






