Kerusuhan Nepal: Nama Mantan Ketua MA Sushila Karki Mencuat jadi Kandidat PM Sementara

AKURAT.CO Ketenangan yang mencekam menyelimuti Nepal pada hari Jumat setelah protes anti-korupsi yang diwarnai kekerasan selama berhari-hari yang dipimpin oleh pemuda Nepal, yang telah menewaskan lebih dari 34 orang dan melukai ratusan lainnya. Di tengah kekosongan politik di Nepal pasca jatuhnya pemerintahan KP Sharma Oli, sejumlah sumber mengatakan mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, kemungkinan akan ditunjuk sebagai perdana menteri sementara.
Penunjukannya terhambat di tengah faksionalisme di antara para pemimpin de facto gerakan protes tersebut, dengan kelompok kedua mengusulkan nama mantan kepala Otoritas Listrik Nepal, Kulman Ghising, untuk jabatan tertinggi.
Sekilas Tentang Amukan Massa
Protes yang awalnya dipicu oleh pemblokiran media sosial, segera berkembang menjadi protes antikorupsi, yang akhirnya berujung pada pengunduran diri Oli. Kemarahan yang begitu besar membuat hampir semua rumah menteri diobrak-abrik dan dibakar, bahkan gedung Parlemen pun dibakar.
Perkembangan Terbaru dari Kerusuhan Nepal
Sumber mengatakan kepada India Today bahwa perundingan untuk menjadikan Sushila Karki sebagai kepala pemerintahan sementara berada di tahap akhir. Karki merupakan bagian dari pertemuan maraton antara Angkatan Darat dan delegasi Gen Z yang berlangsung hingga larut malam. Ia juga mendapat dukungan dari Wali Kota Kathmandu, Balendra Shah.
Pada hari Kamis, delegasi gagal mencapai konsensus mengenai perdana menteri sementara setelah sebuah faksi mengusulkan nama Kulman Ghising yang berusia 54 tahun, yang berjasa mengakhiri krisis listrik berkepanjangan di Nepal.
Hari ini, semua mata akan tertuju pada putaran kedua pertemuan antara Angkatan Darat dan delegasi Gen Z. Pertemuan ini akan berfokus pada pembentukan pemerintahan sementara dan pembubaran Parlemen.
Tanda-tanda normalitas kembali terlihat di jalan-jalan kota-kota utama di Nepal. Meskipun Angkatan Darat berpatroli di ibu kota dan memeriksa setiap kendaraan yang memasuki kota, toko-toko kembali dibuka dan kelompok-kelompok warga terlihat membersihkan puing-puing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








