Kardinal Suharyo Jadi Sorotan di Vatikan, Diserbu Wartawan Internasional Sebagai Calon Paus dari Indonesia

AKURAT.CO Suasana di sekitar Basilika Santo Petrus, Vatikan, mendadak ramai ketika Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dikerumuni wartawan dari berbagai negara.
Kehadiran Suharyo yang menjadi salah satu dari 135 kardinal peserta Konklaf untuk memilih Paus baru, langsung menarik perhatian media internasional.
Dikutip dari akun Instagram Humas Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dan @gerejakatolikindonesia, terlihat jelas bagaimana Kardinal Suharyo dikepung para jurnalis yang meliput prosesi penting ini.
Dengan tenang dan fasih berbahasa Inggris, Kardinal asal Indonesia tersebut menjawab berbagai pertanyaan dari wartawan asing.
Dalam momen itu, Kardinal Suharyo tampil sederhana mengenakan pakaian serba hitam, mencerminkan kesahajaan yang menjadi ciri khasnya.
Ia juga meluangkan waktu untuk menandatangani permintaan tanda tangan dari para peziarah dan bahkan memberikan doa secara spontan kepada seorang warga yang ditemuinya di jalan.
Dalam cuplikan yang beredar, terlihat Suharyo memegang kepala seorang peziarah dan memberikan berkat, sementara orang tersebut dengan penuh hormat mencium tangannya.
Akun @gerejakatolikindonesia bahkan menulis, "Kardinal Suharyo, Calon Paus dari Indonesia diserbu oleh wartawan berbagai negara," menggambarkan betapa besar perhatian yang mengarah pada sosok ini.
Kardinal Ignatius Suharyo (73 tahun) merupakan Uskup Agung Jakarta dan Presiden Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Ia dikenal luas sebagai sosok yang rendah hati, intelektual, dan berkomitmen kuat terhadap nilai inklusivitas serta dialog antaragama.
Dalam bursa Konklaf 2025, nama Suharyo disebut-sebut sebagai salah satu calon potensial dari Asia untuk menduduki Takhta Suci Vatikan.
Pengamat Gereja memperkirakan peluang munculnya Paus dari Asia cukup besar, seiring kebutuhan Gereja Katolik global untuk memperkuat perannya di kawasan Asia yang pertumbuhan umat Katoliknya sangat pesat.
Meskipun demikian, proses pemilihan Paus tetap sangat tertutup, dan setiap kardinal, termasuk Suharyo, secara tradisi tidak pernah mengampanyekan diri.
Sorotan terhadap dirinya murni muncul dari apresiasi atas reputasi dan kiprahnya di dalam dan luar negeri.
Seiring prosesi Konklaf yang berlangsung, banyak umat Katolik di Indonesia mendoakan Kardinal Suharyo agar selalu diberikan kekuatan, apapun hasil akhirnya.
Baca Juga: Habemus Papam Segera Bergema: Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo Berpeluang Jadi Paus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









