Rusia Menyalahkan Amerika Serikat Terkait Kematian Perempuan dan Anak-anak di Wilayah Selatan

AKURAT.CO Rusia pada Jumat (7/6/2024) menuduh bahwa Ukraina telah menggunakan roket yang dipasok Amerika Serikat untuk membunuh perempuan dan anak-anak di wilayah selatan negaranya.
Rusia bahkan mengatakan bahwa Amerika Serikat yang harus disalahkan.
Untuk pertama kalinya, Rusia mengatakan pihaknya menganggap Amerika Serikat bertanggung jawab atas kematian warga sipil di wilayah mereka.
Baca Juga: Segini Perbandingan Gaji Kylian Mbappe dan Cristiano Ronaldo di Real Madrid, Lebih Besar Siapa?
Hal tersebut lantas menjadi sebuah tuduhan pertama yang muncul setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin memperingatkan bahwa Barat sedang bermain api dan mempertaruhkan konflik global dengan membiarkan Ukraina menembaki negara-negara terdekatnya.
Dikutip dari Reuters, pernyataan tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen dan belum ada komentar langsung dari Ukraina atau Amerika Serikat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan serangan itu terjadi pekan lalu di wilayah Belgorod.
Setelah untuk pertama kalinya AS setuju membiarkan Ukraina menembakkan senjata yang dipasok mereka ke Rusia.
Pada 31 Mei, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengonfirmasi bahwa Presiden Joe Biden telah menyetujui langkah tersebut agar Ukraina dapat mempertahankan wilayah Kharkiv, yang terletak berdekatan dengan Belgorod.
Baca Juga: Kompak dengan Gerindra Usung RK di Jakarta, PAN Tunggu Sikap Golkar
Namun AS masih melarang Ukraina untuk menembakkan senjata ke lokasi yang lebih jauh di Rusia.
Sementara Zakharova menanggapi lampu hijau AS untuk serangan semacam itu sama dengan sebuah pengakuan atas pembunuhan anak-anak dan perempuan di wilayah Belgorod.
“Pecahan HIMARS (roket) akan menjadi bukti langsung,” katanya kepada wartawan.
Zakharova tidak menampilkan gambar pecahan roket apa pun, dia juga tidak mengatakan berapa banyak orang yang tewas dalam dugaan insiden tersebut.
Putin sendiri dalam beberapa pekan terakhir semakin memperingatkan bahwa Barat berisiko menimbulkan konflik global jika mereka terlibat lebih jauh dalam perang Ukraina.
Baca Juga: Jeka Saragih Tantang Westin Wilson di Laga UFC Keduanya di Las Vegas 16 Juni
Dalam sambutannya kepada editor asing pada hari Rabu, ia mengatakan Rusia mempunyai hak untuk memasok senjata kepada musuh-musuh Barat sebagai tanggapan “simetris” terhadap tindakan Barat yang mempersenjatai Ukraina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian







