Akurat

Pilu! Tak Ada Stok Susu, Bayi di Gaza Terpaksa Minum Air Tepung

Shalli Syartiqa | 5 Juni 2024, 19:11 WIB
Pilu! Tak Ada Stok Susu, Bayi di Gaza Terpaksa Minum Air Tepung

AKURAT.CO Seorang ibu bernama Amira Al-Taweel (33) di Gaza terpaksa memberi anaknya minuman dari tepung gandum karena kekurangan pasokan susu akibat blokade dan agresi Israel terhadap wilayah tersebut.

Dikutip dari AFP, Rabu (5/6/2024), Amira sudah mencari susu ke berbagai apotek di Gaza utara untuk memberi makan anaknya, namun tidak berhasil karena stok susu yang kosong.

Putra Amira Al-Taweel, Youssef, kini terbaring di ranjang Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Gaza tengah akibat kekurangan gizi sejak agresi Israel.

"Saya memberinya makan, tapi susu tidak tersedia. Saya memberinya makan tepung gandum yang membuatnya kembung," ungkap Amira Al-Taweel.

"Youssef membutuhkan pengobatan dan susu, tetapi keduanya tidak tersedia di Gaza," tambahnya.

Youssef yang lemah terbaring di tempat tidur sempit, hanya bisa menerima obat melalui selang infus di kakinya.

Baca Juga: PINTU Dukung Penuh Kegiatan Bulan Literasi Kripto 2024

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa kampanye militer Israel telah menewaskan 36.439 orang, sebagian besar warga sipil.

Lembaga-lembaga bantuan memperingatkan situasi akan semakin memburuk, terutama bagi anak-anak.

Sejak pertengahan Januari, badan kemanusiaan PBB OCHA telah menyaring lebih dari 93.400 anak balita di Gaza untuk mendeteksi kekurangan gizi, termasuk 7.280 anak yang mengalami kekurangan gizi akut.

Meningkatnya angka kekurangan gizi di kalangan anak-anak Gaza disebabkan oleh blokade Israel yang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina.

Baca Juga: Resmi! Marc Marquez Gabung Tim Utama Ducati untuk Musim 2025-2026

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lebih dari empat dari lima anak di Gaza tidak makan sepanjang hari setidaknya sekali dalam 72 jam.

Kantor media Pemerintah Hamas melaporkan bahwa setidaknya 32 orang, kebanyakan anak-anak, tewas karena kekurangan gizi di Gaza sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023.

Lebih lanjut, sebagian besar bantuan pangan telah dialihkan melalui penyeberangan baru setelah lembaga bantuan memperingatkan kemungkinan terjadinya kelaparan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.