Akurat

Pencarian Korban Jembatan Key yang Runtuh Akibat Kapal Kargo Terus Dilakukan

Petrus C. Vianney | 29 Maret 2024, 19:25 WIB
Pencarian Korban Jembatan Key yang Runtuh Akibat Kapal Kargo Terus Dilakukan

AKURAT.CO - Sebuah tragedi mengerikan mengguncang Baltimore saat Jembatan Key runtuh ke dalam air beku setelah sebuah kapal kargo menabraknya. Saat kejadian tragis ini terjadi, lebih dari tujuh orang diperkirakan berada di dalam air.

Pada pukul 1.30 pagi waktu setempat, kapal kargo bernama Dali menghantam pilar pendukung Jembatan Key Francis Scott, menyebabkan keruntuhan total yang mengejutkan. Rekaman menunjukkan jembatan yang kusut masuk ke dalam air yang membeku.

Sampai saat ini, hanya dua korban yang berhasil diselamatkan dari perairan. Salah satunya mengalami luka serius dan sekarang berjuang untuk hidupnya di rumah sakit, sementara yang lainnya tidak terluka.

Situasi ini menjadi semakin mendesak karena suhu udara turun ke sekitar 30 °F (-1°C), meningkatkan risiko bagi mereka yang mungkin masih berada di dalam air. Tim penyelamat sedang berjuang melawan waktu, kegelapan dan puing-puing besar untuk mencari orang-orang yang masih belum ditemukan.

Dikutip dari Independent.co.uk, Selasa (26/3/2024), pemerintah setempat dan federal telah bergabung dalam upaya penyelamatan ini, dengan menggunakan perahu kecil, helikopter dan tim penyelaman untuk mencari korban yang ditakuti terjebak di dalam air.

Sementara penyelidikan masih berlangsung, belum ada indikasi bahwa insiden ini terkait dengan tindakan terorisme. Para pejabat menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi ini, sementara upaya penyelamatan terus berlanjut dengan harapan menemukan lebih banyak penyintas.

Departemen Perhubungan Amerika Serikat juga telah menawarkan dukungan kepada pihak berwenang setempat untuk membantu mengatasi dampak runtuhnya jembatan ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.