Akurat

Badan Pangan PBB Hentikan Sementara Pengiriman ke Gaza Utara

Sulthony Hasanuddin | 21 Februari 2024, 15:40 WIB
Badan Pangan PBB Hentikan Sementara Pengiriman ke Gaza Utara

AKURAT.CO Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan bahwa pihaknya menghentikan sementara pengiriman bantuan pangan ke Gaza Utara hingga kondisi di daerah tersebut memungkinkan untuk pendistribusian yang aman.

"Keputusan untuk menghentikan sementara pengiriman ke bagian utara Jalur Gaza tidak bisa dianggap enteng, karena kita tahu bahwa itu berarti situasi di sana akan semakin memburuk dan lebih banyak orang yang berisiko meninggal karena kelaparan," kata WFP yang berbasis di Roma, dalam sebuah pernyataan, dikutip Rabu (21/2/2024).

Tiga badan PBB yakni WFP, WHO, dan UNICEF, mengatakan bahwa makanan juga air bersih sangat langka sehingga penyakit merajalela dan mengakibatkan lonjakan malnutrisi akut di Gaza, setelah lebih dari empat bulan setelah perang Israel-Hamas.

Baca Juga: AS dan Rusia Akan Berbicara tentang Kependudukan Israel di ICJ

Krisis pangan sangat serius di bagian utara, di mana pada bulan Januari satu dari enam anak di bawah usia dua tahun dilaporkan mengalami kekurangan gizi akut, dan situasinya kemungkinan besar akan lebih parah hari ini, kata badan tersebut.

WFP mengatakan bahwa mereka telah melanjutkan pengiriman makanan ke utara pada hari Minggu pekan lalu setelah ditangguhkan selama tiga minggu karena serangan terhadap sebuah truk badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) dan tidak adanya sistem pemberitahuan kemanusiaan yang berfungsi.

Baca Juga: Penyebab Nikita Willy Keguguran Saat Hamil Muda di Usia 7 Minggu, Apakah karena Kelelahan?

Konvoi truk mulai berjalan menuju Kota Gaza, tetapi kesulitan untuk membuat kemajuan karena kerumunan orang yang kelaparan mencoba menyerang truk-truk tersebut, yang kemudian menghadapi tembakan ketika mereka memasuki kota.

Keesokan harinya, truk-truk WFP dijarah di antara Khan Younis di selatan dan Deir al Balah di Gaza tengah, dan seorang sopir dipukuli.

Militer Israel memulai serangannya untuk membasmi Hamas di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selata.

Lebih dari 29.000 orang telah terbunuh di Gaza, menurut otoritas kesehatan di daerah kantong yang dikuasai Hamas tersebut.

Baca Juga: Waspada, Dosa-dosa Ini Tak Diampuni Allah di Malam Nisfu Sya’ban

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.