Israel Dihantui Kegagalan Intelijen Serta Jebakan Geopolitik, Hamas Diremehkan?

AKURAT.CO Keberhasilan Hamas melancarkan serangannya ke Israel pada Sabtu (7/10/2023), dikatakan sebagai dampak dari gagalnya intelijen Israel mendeteksi serangan tersebut. Hal ini disampaikan oleh pakar intelijen Hoover Institution, Stanford University, Amy B. Zegart.
Menurutnya, kelalaian dan kegagalan intelijen Israel itu menyebabkan Hamas mampu mengetahui rutinitas aktivitas pengumpulan informasi yang dilakukan intelijen Israel. Mereka juga dinilai terlalu terlena dengan alat-alat canggih yang dimiliki sehingga menganggap remeh kekuatan Hamas.
Keterlenaan ini dikatakan membuat intelijen Israel hanya bekerja berdasarkan rutinitas sehari-hari saja, tanpa menimbang adanya kekuatan yang mampu masuk ke wilayah Israel.
Israel juga dikatakan lalai dalam menemukan legitimasi baru bagi Hamas untuk melakukan serangan balik, yakni faktor geopolitik.
Baca Juga: Siapa Mohammed Deif? Disebut Dalang Serangan Ke Israel
Israel menganggap Hamas masih berada dalam posisi status quo di mana Hamas dianggap tidak mungkin melakukan serangan dadakan masif. Anggapan ini justru memberikan Hamas kesempatan mempersiapkan diri secara diam-diam.
Kegagalan intelijen Israel ini juga membuat Israel diragukan sebagai perisai militer untuk aliansi AS di Timur Tengah. Diketahui, AS telah memberikan ‘millitary’s edge’ kepada Israel, satu-satunya di Timur Tengah.
Oleh karena itu, hanya Israel lah yang diperbolehkan oleh AS untuk memiliki pesawat tempur canggih F35 di Timur Tengah. Pun AS tidak pernah mempermasalahkan kepemilikan Israel terhadap senjata nuklir.
Serangan Hamas ke Israel juga berimbas pada ranah geopolitik di mana negara-negara yang berencana menjalin hubungan dengan Israel akan berpikir ulang kembali, mengingat Israel gagal menjalankan mandat sebagai perisai militer AS dengan dijebolnya pertahanan Israel oleh Hamas.
Baca Juga: Menkeu Sebut Pemerintah Fokus Ke Penguatan Fondasi Ekonomi DI Tengah Konflik Israel - Hamas
Serangan balasan Israel ke Gaza juga membuatnya terjebak dalam keserbasalahan geopolitik lainnya. Pasalnya, menyerang Gaza akan membuat Israel terpojok di Timur Tengah secara geopolitik dan akan membuat sulit posisi AS yang diketahui sudah tidak baik sejak aksi militernya yang menginvasi Irak pada 2003.
Israel juga sebelumnya dikabarkan akan menjalin relasi dengan Arab Saudi yang sebelumnya tak pernah mengakui kedaulatan Israel. Namun, hubungan diplomatik ini dikatakan akan semakin sulit, imbas serangan yang dilakukan ke Gaza.
Saat ini Israel terus melancarkan serangannya ke Gaza, bahkan Israel memblokir jalur keluar masuk Gaza sehingga menghentikan pasokan makanan, air, obat-obatan, dan listrik. Korban tewas akibat serangan Israel sudah mencapai 3.000 jiwa lebih.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









