Ini yang Harus Dilakukan Jika Anda Makmum Masbuk

AKURAT.CO Istilah makmum masbuk diperuntukkan bagi orang yang melaksanakan salat jamaah, akan tetapi terlewat sebagian rukun salat karena terlambat. Seperti orang yang baru membaca takbiratul ihram padahal imam sudah dalam posisi rukuk.
Salah satu rukun salat adalah membaca surat Al-Fatihah. Artinya, jika seseorang salat tapi tidak membacanya maka salatnya tidak sah. Lalu bagaimana jika makmum datang saat posisi imam sudah rukuk, kemudian makmum tadi setelah takbiratul ihram langsung ikut rukuk sehingga tidak sempat membaca surat Al-Fatihah.
Dilansir NU Online, sikap makmum tersebut sudah benar, yaitu jika dia terlambat sehingga dikatakan sebagai makmum masbuk. Kemudian saat datang imam posisi rukuk, maka ia harus ikut rukuk begitu selesai membaca takbiratul ihram.
Dalam salah satu sabda Nabi SAW dijelaskan,
إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا كبّر فكبّروا وإذا ركع فاركعوا
Artinya, “Imam itu dijadikan hanya untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihi imam. Jika imam telah takbir maka takbirlah kalian. Jika imam telah rukuk maka rukuklah .” (HR Bukhari Muslim)
Hadis di atas menegaskan bahwa seorang makmum masbuk harus langsung mengikuti apapun posisi imam. Jika pas dia datang imam sedang rukuk, maka harus ikut rukuk. Jika pas datang imam sedang sujud, maka harus ikut sujud.
Dengan langsung rukuk bersama imam, maka rakaat yang langsung rukuk itu sudah terhitung rakaat sempurna sehingga tidak perlu menambah rakaat salat begitu selesai salam. Berbeda jika misalkan si makmum ikut imam pas sudah posisi i’tidal, maka rakaatnya tidak terhitung sehingga harus menambah setelah salam.
Hal ini sebagaimana disabdakan Nabi SAW berikut,
من أدرك الركوع أدرك الركعة
Artinya, “Barangsiapa yang mendapatkan ruku’ (bersama imam) maka ia telah mendapatkan satu rakaat.” (HR. Abu Daud)
Terkait bacaan Al-Fathihah yang tidak terbaca tadi, maka sudah ditanggung imam. Rasulullah SAW bersabda,
من كان له إمام فقراءة الإمام قراءة
Artinya, “Orang yang memiliki imam, maka bacaan (Fatihah) imam adalah bacaan baginya.” (HR. Ibnu Majah) Walahu a’lam bishawab.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK



