Muslim Wajib Tahu! Begini Cara Salat Khusyuk menurut Ulama

AKURAT.CO Melaksanakan salat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Saking pentingnya rukun Islam yang kedua ini, kelak di akhirat amal ibadah yang pertama kali dimintai pertanggung jawaban adalah salat.
Terkait perintah salat, Allah SWT berfirman,
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
Artinya, “Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah [2]: 43)
Dalam hadis Nabi yang menjelaskan betapa pentingnya salat lima waktu juga disebutkan,
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا، وَبُرْهَانًا، وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ، وَلَا بُرْهَانٌ، وَلَا نَجَاةٌ ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ، وَفِرْعَوْنَ، وَهَامَانَ، وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ
Artinya, “Siapa saja yang menjaga salat maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat. Sedangkan siapa saja yang tidak menjaga salat, dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Dan pada hari kiamat nanti, dia akan dikumpulkan bersama dengan Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad)
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh umat muslim adalah bagaimana cara agar salat dilakukan dengan penuh kekhusyukan? Berikut jawabannya.
Dilansir NU Online, cara agar seorang muslim bisa khusyuk saat salat adalah dengan menghayati setiap bacaan yang dilafalkan selama salat berlangsung. Untuk itu, baiknya kita tahu terjemah setiap bacaan yang ada dalam salat.
Dasar tips ini dijelaskan oleh Syekh Izzuddin bin Abdissalam dalam al-Qawa’id al-Kubra, juz I, halaman 353:
فإنّ المصلي مأمور إذا قرأ القرآن أن يلاحظ معانيه فإن كان في آية وعيد خافه وإن كان في آية وعد رجاه ولهذا قال سبحانه وتعالى: أَمَنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِداً وَقَائِماً يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ
Artinya, “Orang yang shalat diperintahkan menghayati makna setiap ayat al-Qur’an yang dibacanya. Bila saat itu ia membaca ayat tentang ancaman (bagi yang durhaka), maka akan berbuah rasa takut kepada-Nya; jika ayat yang dibaca mengandung janji pahala kebaikan, maka ia optimis mendapatkannya.”
“Allah berfirman, ‘Apakah orang yang beribadah tengah malam, sujud dan berdiri karena takut (azab) akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya—sama seperti orang yang bermaksiat kepada Allah dengan kekufuran atau maksiat lainnya—?’.”
Lebih lanjut Syekh Izzuddin menjelaskan agar setiap zikir dalam salat betul-betul direnungi artinya yang sesuai. Seperti saat membaca subhanallah wa bihamdih (maha suci Allah dengan segala pujinya), maka seseorang harus merenungi bahwa Allah adalah Tuhan yang betul-betul layak dipuji oleh setiap hambanya.
ولا يشتغل عن معنى ذكر من الأذكار بمعنى غيره من الأذكار وإن كان أفضل منه لأنه سوء أدب ولكل مقام مقال يليق به ولا يتعدّاه
Artinya, “Orang salat tidak boleh berpaling merenungkan makna zikir yang dibaca dengan makna zikir lainnya, walaupun dzikir tersebut lebih utama, sebab itu adalah adab yang buruk. Ingat, setiap gerakan ada bacaan dan penghayatannya masing-masing, hendaknya ia tidak melewatinya.” (Izzuddin bin Abdissalam, al-Qawa’id al-Kubra, juz I, halaman 354).
Demikian penjelasan para ulama tentang cara salat dengan khusyuk. Yuk, jalankan apa yang menjadi tuntunan para ulama di atas. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





