Akurat Logo

Warga Sutawinangun Keluhkan Tempat Pembuangan Sampah Liar, Limbah Perusahaan Diduga Dibuang Sembarangan

Saeful Anwar | 13 Oktober 2026, 22:43 WIB
Warga Sutawinangun Keluhkan Tempat Pembuangan Sampah Liar, Limbah Perusahaan Diduga Dibuang Sembarangan
Tempat pembuangan sampah liar meresahkan warga Jalan Masjid At-Taubah, RT 003/RW 007, Sutawinangun, Kedawung, Kabupaten Cirebon. - Foto: Akurat.co/Istimewa

AKURAT.CO Aktivitas pembuangan sampah yang diduga dilakukan sejumlah pihak, termasuk perusahaan, dikeluhkan warga Jalan Masjid At-Taubah, RT 003/RW 007, Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Keterangan warga setempat, NN, menjelaskan, lokasi yang semula berupa tanah kavling rata itu telah berubah menjadi lahan cekung setelah mengalami penggalian. Sebelum akhirnya digunakan menjadi tempat pembuangan sampah.

Lokasi tersebut mulai digunakan untuk membuang sampah sejak sekitar tahun 2006. Sebelumnya, lahan itu bukan diperuntukkan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA).

"Dulu tanah depan itu bukan buat TPA. Tanah kavling rata. Terus enggak ngerti kenapa digali-gali, pasirnya dijualin. Jadinya geronggong dalam, lalu dibuat buang-buang sampah," jelas NN, kepada wartawan, Selasa (13/10/2026) malam.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena lokasi pembuangan sampah berada di lingkungan permukiman, tidak jauh dari masjid dan rumah warga.

Baca Juga: Dampingi Masyarakat Kelola Sampah, Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa

Persoalan semakin menjadi perhatian warga karena sejumlah aktivitas usaha di sekitar lokasi turut membuang sampah ke area tersebut.

Menurut NN, terdapat perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan di dekat Masjid At-Taubah. Perusahaan itu diduga membuang sampah perkantoran ke lokasi yang sama.

Namun, lanjut NN, sampah yang diketahui berasal dari perusahaan tersebut berupa sampah kantor, seperti kertas bekas. Warga juga menyebut tidak mengetahui adanya pembuangan limbah medis dari perusahaan itu.

Selain perusahaan alat kesehatan, warga juga menyoroti keberadaan bengkel mobil di area permukiman. Bengkel yang baru beroperasi beberapa bulan terakhir itu diduga membuang limbah berupa ban bekas ke lokasi tersebut.

Warga mengaku terkejut ketika mendapati adanya aktivitas pembakaran ban di kawasan itu.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
W
Editor
Wahyu SK