Akurat Logo

Puluhan Rumah Sakit Sepakat Kerja Sama Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat

Saeful Anwar | 7 Oktober 2026, 21:48 WIB
Puluhan Rumah Sakit Sepakat Kerja Sama Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, meminta pemerintah kabupaten/kota membangun sistem pemantauan yang mampu menangkap persoalan warga sejak dini. - Foto: Humas Pemprov Jabar

AKURAT.CO Sebanyak 65 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh Jawa Barat serta sejumlah rumah sakit pemerintah pusat dan swasta sepakat bekerja sama memperkuat sistem perlindungan kesehatan masyarakat.

Dengan kerja sama tersebut, masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan rumah sakit.

Salah satu contohnya ketika berada di luar wilayah administrasinya, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan layanan tidak mengalami kendala hanya karena berada di luar daerah tempat tinggalnya.

Selain itu, dengan adanya kebijakan ini, warga Jawa Barat tetap memperoleh pelayanan kesehatan ketika menghadapi persoalan pembiayaan, termasuk soal kepesertaan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Dampingi Masyarakat Kelola Sampah, Pemprov Jabar Libatkan 25 Ribu Mahasiswa

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan, pemerintah tidak boleh membiarkan warga berada dalam kondisi sulit hanya karena persoalan administratif atau keterbatasan kemampuan membayar biaya pengobatan.

"Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu," ujarnya, saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Layanan Rumah Sakit Daerah, Pusat dan Swasta di Kantor Wali Kota Depok, Rabu (7/10/2026).

Adapun rumah sakit pemerintah pusat yang turut digandeng antara lain Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.

Kerja sama juga melibatkan sejumlah rumah sakit rujukan pemerintah pusat dengan layanan khusus, yakni RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Mata Cicendo, RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi, RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo, serta RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu.

Sementara, dari unsur rumah sakit swasta dan nonpemerintah, kerja sama melibatkan Santosa Hospital Bandung Central, Santosa Hospital Bandung Kopo, serta RS Khusus Ginjal Ny. R.A. Habibie.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
W
Editor
Wahyu SK