Akurat Logo

Pramono Pastikan Guru SMKN 27 Jakarta Pelaku Kekerasan Tak Bisa Mengajar Lagi

Okto Rizki Alpino | 7 Oktober 2026, 20:01 WIB
Pramono Pastikan Guru SMKN 27 Jakarta Pelaku Kekerasan Tak Bisa Mengajar Lagi
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/10/2026). - Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan guru di SMK Negeri 27 Jakarta yang melakukan kekerasan dan pelecehan tidak akan diberi ruang untuk kembali mengajar di Jakarta. Dinas Pendidikan Jakarta harus memberikan sanksi tegas terhadap yang bersangkutan.

"Saya sudah meminta untuk diberikan sanksi sekeras-kerasnya dan tidak diberikan kesempatan kepada yang bersangkutan menjadi pendidik," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, tindakan tersebut telah mencederai marwah profesi pendidik dan kepercayaan publik terhadap guru. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mendukung langkah tegas yang diambil Dinas Pendidikan.

Baca Juga: Dudung Bongkar Arahan Prabowo Soal Papua: Tak Ada Kekerasan, Rebut Hati Rakyat

Pramono menegaskan, pendidik yang bersangkutan tidak dapat lagi mengajar di Jakarta. Dia juga meminta kasus tersebut diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Singkat cerita, tidak bisa lagi menjadi pendidik di Jakarta, dan saya sudah minta untuk diproses sesuai dengan kebutuhan hukum yang berlaku," kata Pramono.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengatakan guru tersebut saat ini telah dibebastugaskan. Pemprov Jakarta tidak menolerir perilaku kekerasan dan pelecehan dalam bentuk apapun, terlebih di lingkungan sekolah.

"Yang bersangkutan sudah dibebastugaskan dari sekolah tersebut," ungkap Chico.

Baca Juga: Cara Mengurus Perubahan Data Kartu Keluarga, Ini Syarat dan Caranya

Sebelumnya, seorang guru di SMKN 27 Jakarta diduga melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap sejumlah siswa. Dugaan tersebut mencuat setelah seorang warganet mengunggah pengakuannya di media sosial Threads.

Warganet dengan akun @nrfsyahab itu mengaku pernah menjadi siswa SMP yang dididik oleh guru tersebut. Dalam unggahannya, guru tersebut merupakan guru seni budaya yang kerap memberikan hukuman fisik kepada siswa yang tidak hafal sejumlah materi pelajaran, di antaranya suling dan pianika.

Dia pun mengaku pernah dicubit hingga menimbulkan lebam. "Setiap ada hafalan suling/pianika yang enggak hafal pokoknya kena cubitannya dia yang sampai keungu-unguan," tulis akun tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.