Kekeringan hingga Kebakaran Akibat El Nino Menghantui, BPBD Jakarta Siapkan Langkah Mitigasi

AKURAT.CO Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta memetakan tiga ancaman utama akibat fenomena El Nino pada musim kemarau tahun ini.
Di antaranya kekeringan, kebakaran, dan peningkatan polusi udara, yang diperkirakan meningkat seiring durasi El Nino yang lebih panjang dibandingkan 2023.
Sekretaris Pelaksana BPBD Provinsi Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, pemetaan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah pusat, TNI-Polri, serta instansi terkait.
Baca Juga: CBP Naik 222 Persen, Mentan Ganti STrategi Hadapi El Nino Godzilla
"Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara," ujar Marulitua kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Dia menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk mengantisipasi dampak tersebut, khususnya saat puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Untuk mengatasi potensi kekeringan, BPBD tengah menyiapkan rencana modifikasi cuaca bersama BMKG.
Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Air Bersih akan diaktifkan dan distribusi air dipastikan melalui koordinasi dengan PAM Jaya. Mobil tangki air juga disiagakan guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
"Untuk kekeringan, kami siapkan modifikasi cuaca dan penguatan distribusi air bersih melalui Satgas serta dukungan mobil tangki di lapangan," katanya.
Di sisi lain, pengendalian polusi udara dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan water mist milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), termasuk perangkat yang tersedia di sejumlah gedung. Upaya ini juga diharapkan dapat menekan risiko kebakaran di wilayah perkotaan selama musim kemarau.
Baca Juga: Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, El Nino Ekstrem Tak Jadi Ancaman
"Kami juga mengoptimalkan penggunaan water mist untuk membantu menurunkan polusi udara sekaligus meminimalkan potensi kebakaran," tambahnya.
BPBD memastikan seluruh langkah mitigasi dilakukan melalui koordinasi lintas sektor guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana hidrometeorologi kering.
Kebijakan penanganan dampak El Nino ini akan dituangkan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman bagi seluruh perangkat daerah di Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia





