Lebaran di Rumah Baru, Warga Kampung Nelayan Indramayu Lebih Tenang dan Gembira

AKURAT.CO Warga Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Indramayu, kini bisa merayakan Lebaran dengan suasana nyaman dan gembira.
Di kawasan kampung nelayan ini, anak-anak berlarian di jalan lingkungan yang bersih, sementara para orang tua saling berkunjung tanpa cemas akan genangan air laut yang dulu kerap datang tanpa permisi.
Bagi warga, Lebaran tahun ini bukan sekadar perayaan tahunan. Namun juga menjadi simbol perubahan, dari rasa waswas menjadi ketenangan.
Beberapa tahun lalu, cerita Lebaran di kampung ini jauh dari hangatnya kebersamaan. Banjir rob kerap datang berulang, merendam lantai rumah, merusak perabotan, hingga meninggalkan lingkungan yang tidak sehat.
Anak-anak tumbuh dalam kondisi yang rentan, sementara orang tua menjalani hari dengan kekhawatiran yang tak kunjung usai.
Perubahan mulai terasa sejak pembangunan kampung nelayan pada 2025. Program Kampung Nelayan Sejahtera yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah, Baznas, BNPB, serta dukungan TNI-Polri dan berbagai pihak lain, menghadirkan harapan baru bagi warga pesisir.
Baca Juga: Angkutan Logistik Diimbau Tahan Diri, Arus Balik Lebaran Diprediksi Bergelombang
Sebanyak 93 rumah tipe 36 berdiri rapi di kawasan ini. Setiap rumah dilengkapi dua kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi.
Tak hanya itu, akses air bersih, sanitasi, jaringan listrik, hingga fasilitas sosial seperti masjid, taman dan sentra UMKM turut melengkapi kehidupan baru warga.
Bagi Warsana (42), seorang nelayan yang sejak remaja melaut, perubahan ini terasa begitu nyata. Lebaran tahun ini menjadi yang paling berkesan sepanjang hidupnya.
"Lebaran tahun ini rasanya lebih senang, lebih tenang. Kebersihan di sini terasa sekali, suasananya juga nyaman. Jadi walaupun enggak punya banyak, tetap bisa ngerasain bahagia bareng keluarga," jelasnya, melalui keterangan Bakom RI, Selasa (24/3/2026).
Warsana tinggal bersama istrinya, Kadmina (39), dan tiga anak mereka. Dahulu, setiap kali melaut dini hari, pikirannya tak pernah benar-benar tenang. Bukan soal hasil tangkapan semata, melainkan kondisi rumah yang sewaktu-waktu bisa terendam rob.
"Kalau lagi kerja itu pasti ada rasa khawatir. Kepikiran terus rumah banjir, kepikiran anak istri. Tapi mau gimana, kalau khawatir terus, kerja juga jadi enggak fokus," katanya.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026 Berakhir Kapan? Ini Tanggal Masuk Sekolah Resmi SD Hingga SMA
Kekhawatiran itu mencapai puncaknya pada akhir 2022. Saat banjir besar datang, sang istri yang tengah hamil besar harus dievakuasi dengan cara dibopong menggunakan kasur ke rumah orang tua. Tak lama berselang, rumah mereka roboh.
"Waktu itu ya sudah, yang penting keluarga selamat dulu. Rumah bisa dicari lagi, tapi kalau keluarga kenapa-kenapa itu yang enggak tergantikan," kenang Warsana.
Setelah peristiwa itu, Warsana dan keluarga sempat mengungsi, menumpang di rumah orang tua dalam kondisi serba terbatas. Lebaran demi Lebaran pun terasa lewat begitu saja, tanpa rasa aman.
Kini, di rumah barunya, suasana itu berubah total. Lebaran dirayakan sederhana, namun penuh makna. Tanpa genangan air, tanpa rasa cemas.
"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, yang sudah peduli dengan masyarakat kecil seperti kami. Dengan adanya tempat ini, kehidupan kami jadi jauh lebih baik, lebih layak dan lebih tenang," jelas Warsana.
Di Kampung Nelayan Sejahtera, Lebaran bukan lagi tentang apa yang dimiliki, melainkan tentang rasa aman yang akhirnya bisa dirasakan. Sebuah perubahan sederhana, namun berarti besar bagi mereka yang selama ini hidup di garis ketidakpastian.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026: Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap Lengkap
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu







