Akurat

Meski Istri Kades Pasuruan Sudah Minta Maaf dan Temui April DA7, Netizen Minta Bupati dan Kang Dedi Audit Dana Desa

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Januari 2026, 06:38 WIB
Meski Istri Kades Pasuruan Sudah Minta Maaf dan Temui April DA7, Netizen Minta Bupati dan Kang Dedi Audit Dana Desa

AKURAT.CO Polemik unggahan istri Kepala Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Ratminah, terkait konser kemenangan April DA7 belum sepenuhnya mereda.

Meski Ratminah telah menyampaikan permohonan maaf terbuka dan disebut telah menemui April DA7, tuntutan publik justru berkembang ke arah yang lebih serius.

Sejumlah netizen kini mendesak Bupati Cirebon hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk melakukan audit dana desa Pasuruan. Desakan itu mencuat di kolom komentar media sosial menyusul klarifikasi terbaru Ratminah di akun Facebook pribadinya.

Dalam pernyataannya yang diunggah pada hari ini, Minggu (4/1/2026) Ratminah menulis:

"Halo semuanya, khususnya para pendukung Dede April.

Saya ingin memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan saya beberapa waktu lalu yang kurang bijak dan mungkin menyinggung perasaan teman-teman semua.

Saya menyadari bahwa kata-kata tersebut tidak seharusnya diucapkan. Tidak ada niat sedikit pun dari saya untuk merendahkan pihak mana pun. Hal ini murni merupakan kekhilafan saya dalam berkomunikasi.

Baca Juga: Istri Kades Tempat April DA7 Konser Kemenangan Protes di Medsos, Berujung Panen Hujatan Netizen

Saya sangat menghargai dukungan kalian terhadap Dede April dan berharap kita tetap bisa menjaga silaturahmi serta suasana yang kondusif. Terima kasih atas pengertiannya.”

Namun, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam reaksi publik. Di kolom komentar, sejumlah netizen justru mengaitkan sikap Ratminah dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan dan dana desa.

Akun Ra**** P**** secara terbuka menulis:

"Tolong pak gubernur Kang Dedi Mulyadi audit kepala desa Pasuruan..pabedilan Cirebon... pasti banyak dana yg masuk ke kantong pribadi... tolong di audit pa..biar jgn sombong.

Komentar lain datang dari akun He***sa yang menyoroti sikap pribadi Ratminah:

"Emang kya nya ini orang ditempatnya sombong, angkuh belagu deh ngerasa dirinya paling tinggi ngerasa dirhagain sama orang2 sekitar karna jabatanya sebagai Ibu Kuwu!! Dari postingan kmrin2 yg ngejek April kelihatan bgt kata2nya bahwa dia adalah Orang Sombong.

coba klo ada tetangga yg dekt rumhya gimn dia kesehariannya ????”

Sementara akun Om *** menilai permintaan maaf tidak otomatis menghapus penilaian publik:

"Ingin viral tapi TDK pikir konsekwensinya anda punya kedudukan walau hanya tingkat desa tapi anda TDK bisa menjagax. Ini baru tingkat desa. nasi SDH menjadi bubur Bu. keluarga April bisa sj memaafkan tapi blm tentu masyarakat di Cirebon ttp SDH menandai anda bukanlah org yg bisa diberikan amanah.”

Desakan audit juga disampaikan melalui komentar berbahasa Jawa dari akun Si*** Ig**:

"Nacak audit desae asale omongane sombong duniae kita akeh jeh blaratan. Duniae hasil apa acak pengen weru di audit bokatan bae duniae oli seng dana desa knn omongane sombong belagu. Audit tolong bapak bupati.

Coba diaudit (dana) desanya, soalnya omongannya sombong (katanya) kehidupan banyak tapi berantakan. Hartanya dari mana, ingin tahu lewat audit. Jangan-jangan kekayaannya dari dana desa, makanya omongannya sombong dan belagu. Tolong Pak Bupati lakukan audit.

Baca Juga: Delon Thamrin Targetkan Konser Tunggal di 2026, Wujudkan Mimpi yang Tertunda

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait tuntutan audit dana desa tersebut.

Sementara itu, polemik ini terus menjadi perbincangan luas di media sosial dan menempatkan etika pejabat desa serta transparansi dana publik sebagai sorotan utama publik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.