Akurat

Pramono Usul Revitalisasi Kota Tua dan Pembangunan RS Internasional Jadi PSN

Citra Puspitaningrum | 10 November 2025, 17:19 WIB
Pramono Usul Revitalisasi Kota Tua dan Pembangunan RS Internasional Jadi PSN

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengusulkan dua proyek monumental, revitalisasi kawasan Kota Tua dan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe A bertaraf internasional di Sumber Waras, Jakarta Barat untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Usulan tersebut disampaikan Pramono usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Usulan ini untuk memperkuat citra Jakarta, sebagai pusat peradaban dan pelayanan kesehatan berkelas dunia.

"Hari ini, kami bertemu dengan Menko Perekonomian untuk membahas dua hal, yaitu pengembangan kawasan Kota Tua dan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di lahan Sumber Waras. Keduanya kami usulkan menjadi PSN agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien," ujar Pramono, di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Baca Juga: Pramono dan Rosan Berkunjung ke Kota Tua, Mau Disulap Jadi Pusat Seni dan Ekonomi Dunia

Menurutnya, langkah ini menandai keseriusan Pemprov Jakarta menjadikan Jakarta bukan hanya modern, tetapi juga berakar pada sejarah dan kemanusiaan. Revitalisasi Kota Tua akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Danantara serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengingat kawasan bersejarah itu menyimpan sejumlah aset milik pemerintah pusat dan BUMN.

"Sinergi antara Danantara dan Pemprov DKI akan sangat signifikan untuk memastikan revitalisasi berjalan dengan optimal," katanya.

Pemprov Jakarta akan memulai pekerjaan infrastruktur dasar pada 2026, meliputi perbaikan pedestrian, jalan, dan normalisasi sungai. Di sisi lain, pemerintah pusat akan memperbaiki aset-aset yang berada di bawah pengelolaan BUMN.

Pramono juga menyinggung keterkaitan revitalisasi Kota Tua dengan pengembangan MRT Jakarta Fase 2, yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Kota Tua dan ditargetkan selesai pada 2029. Dengan demikian, kawasan bersejarah itu akan terkoneksi langsung dengan sistem transportasi modern dan bertransformasi menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD).

"Sampai tahun 2027, pembangunan MRT sudah dilakukan di bawah tanah. Tahun 2029, jalurnya sudah tersambung ke Kota Tua, dan kawasan ini akan menjadi TOD yang hidup," jelasnya.

Sementara itu, Pemprov Jakarta juga menyiapkan pembangunan RS bertaraf internasional di atas lahan Sumber Waras seluas 3,6 hektare. Setelah mendapat lampu hijau dari KPK dan BPK, proyek ini akan difokuskan untuk pelayanan penyakit jantung, kanker, dan penyakit khusus lainnya.

Baca Juga: Lahan RS Sumber Waras: Dulu Rugikan Negara Rp191 Miliar, Kini Nilai Pasarnya Capai Rp1,4 Triliun

"Kami ingin rumah sakit ini menjadi rujukan utama di Indonesia dan berstandar internasional. Dengan luas area dan lokasi strategis, kami ingin menjadikannya simbol kemajuan layanan kesehatan di Jakarta," kata Pramono.

Dia berharap, penetapan kedua proyek tersebut sebagai PSN dapat mempercepat proses perizinan, pendanaan, dan koordinasi lintas lembaga. Pramono pun optimistis pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh.

"Spirit usulan ini untuk kepentingan bersama. Kami akan segera melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan. Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang mewariskan peradaban dan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga Jakarta," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.