Akurat

TPU Makin Sesak, Pramono Bakal Bikin Pemakaman Bertingkat di Jakarta

Citra Puspitaningrum | 22 Oktober 2025, 19:28 WIB
TPU Makin Sesak, Pramono Bakal Bikin Pemakaman Bertingkat di Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengakui sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta, mulai sesak dan bahkan tak lagi mampu menampung makam baru. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk segera mencari solusi, agar warga tetap mendapat hak atas pemakaman yang layak.

"Kami sudah berkomunikasi, dan saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan kita akan rapat khusus mengenai pemakaman di Jakarta," kata Pramono saat ditemui di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

Pihaknya kini tengah menunggu hasil pendataan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, terkait kapasitas dan ketersediaan lahan di seluruh TPU. Data itu menjadi dasar penentuan kebijakan lanjutan, dalam menangani keterbatasan lahan pemakaman di Jakarta.

Baca Juga: Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman 12 Tokoh Senior Houthi yang Tewas dalam Serangan Israel

"Mengenai angkanya nanti Dinas Pertamanan yang akan sampaikan. Nanti kalau sudah detail saya akan jawab lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Pramono mengungkapkan bahwa sejumlah TPU di Jakarta Selatan sudah tidak bisa menerima jenazah baru. Dia menyebutkan, wacana pemakaman bertingkat bahkan mulai dipertimbangkan sebagai langkah darurat.

"Memang ini sekarang menjadi masalah dan sedang dikaji. Ada usulan, tapi belum menjadi keputusan, apakah diperbolehkan dilakukan pemakaman bertingkat," ucapnya.

Selain opsi pemakaman vertikal, Pemprov Jakarta juga tengah mempertimbangkan pembukaan lahan baru di luar wilayah Jakarta. "Beberapa mengusulkan untuk membuat pemakaman di luar Jakarta. Sekarang sedang kami pikirkan, dan sebentar lagi akan saya putuskan," kata Pramono.

Berdasarkan data Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, sembilan dari 16 TPU di wilayah tersebut telah penuh. TPU yang dimaksud meliputi Tanjung Barat, Jagakarsa, Kampung Kongsi, Grogol Selatan, Kebagusan, Pisangan, Pejaten Timur, Pejaten Barat, dan Cikoko.

Kepala Seksi Jalur dan Pemakaman Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Arwin Adlin Barus, mengatakan kondisi itu membuat jenazah terpaksa dialihkan ke TPU lain yang masih memiliki ruang terbatas.

Baca Juga: Pramono Pastikan Pembangunan Jakarta Lebih Merata, Benahi Kolong Jalan Tol hingga Perbanyak Taman

"Sebagian besar TPU lain seperti Menteng Pulo I, II, dan III, Jeruk Purut, Tanah Kusir, Cidodol, Kampung Kandang, Srengseng Sawah, dan Pasar Minggu kini sudah terisi lebih dari 95 persen," ujarnya, Senin (20/10/2025).

Dengan kian sempitnya lahan, Pemerintah Kota Jakarta Selatan kini menerapkan sistem pemakaman tumpang sebagai solusi sementara. "Pemerintah Kota Jakarta Selatan menerapkan sistem pemakaman tumpang sebagai solusi utama mengatasi keterbatasan lahan TPU," tuturnya.

Krisis lahan pemakaman ini menjadi alarm bagi Pemprov Jakarta untuk segera mengambil langkah strategis, agar Jakarta tak hanya kehabisan ruang hidup tapi juga ruang untuk berpulang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.