Akurat

Soal Tanggul Beton di Cilincing, Dinas SDA Jakarta: Bukan Kewenangan Pemprov

Citra Puspitaningrum | 10 September 2025, 19:40 WIB
Soal Tanggul Beton di Cilincing, Dinas SDA Jakarta: Bukan Kewenangan Pemprov

AKURAT.CO Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menegaskan tanggul beton yang menjuntai sepanjang 2 hingga 3 kilometer di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, bukan pekerjaan pemerintah.

"Ini bukan pekerjaan Dinas SDA dan juga bukan Kementerian PU," kata Ika saat dikonfirmasi, Rabu (10/9/2025).

Pernyataan senada disampaikan Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA Provinsi Jakarta, Alfan Widyastanto. 

Baca Juga: Pemprov Jakarta Pastikan Tanggul Beton di Cilincing Bukan Proyek NCICD

Dia menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin maupun memiliki kewenangan atas pembangunan tanggul tersebut. "Kemudian mengenai informasi lebih lanjut terkait tanggul itu mungkin bisa dicek sendiri ke lapangan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta, Ciko Tricanescoro memastikan tanggul beton tersebut bukan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

"Tanggul tersebut bukan bagian dari proyek atau pekerjaan Tanggul NCICD," kata Ciko.

Proyek NCICD merupakan sebuah proyek strategis pemerintah, yang bertujuan melindungi Jakarta dari banjir air laut (banjir rob) melalui pembangunan tanggul raksasa, serta menata dan mengembangkan kawasan pesisir utara Jakarta.

Baca Juga: Sederet Fakta Menarik Badan Otorita Pantura Jawa: Peran Vital dalam Proyek Tanggul Laut Raksasa

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat (melalui Kementerian PUPR) dan Pemerintah Provinsi Jakarta, dengan salah satu komponen utamanya adalah pembangunan tanggul pengaman pantai dan waduk raksasa untuk menampung air sungai.

Nelayan pesisir Jakarta mengeluhkan keberadaan tanggul beton yang viral di media sosial. Para nelayan menyebut jalur mereka menjadi lebih jauh karena harus memutar hingga ke ujung tanggul untuk mencapai lokasi pencarian ikan.

"Tanggul beton ini menyulitkan nelayan pesisir untuk melintas. Awalnya jalur nelayan, kini kami harus memutar jauh dengan adanya tanggul ini," kata seorang nelayan dalam rekaman video tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.