Pendidikan Mayoritas Warga Jakarta Hanya Sampai SMA, PR Menuju Kota Global Masih Banyak

AKURAT.CO Komisi E DPRD DKI Jakarta prihatin terkait rendahnya tingkat pendidikan di ibu kota. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global.
Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat, 78,7 persen penduduk usia produktif di Jakarta hanya memiliki pendidikan hingga SMA atau bahkan lebih rendah. Sementara itu, hanya 21,3 persen warga Jakarta yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S1 ke atas.
Sekertaris Komisi E DPRD Jakarta, Justin Adrian mengatakan, fenomena ini mencerminkan adanya kesenjangan kualitas pendidikan yang dalam dan menjadi salah satu faktor utama di balik rendahnya kemampuan SDM di Jakarta.
Baca Juga: Kualitas SDM Kalah dari Malaysia dan Singapura, Target Jakarta Kota Global Makin Berat
"Jurang kualitas pendidikan yang dalam ini mencerminkan tantangan besar bagi Jakarta untuk mewujudkan visi menjadi kota global," ujar Justin saat ditemui di gedung DPRD Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Dia menilai, salah satu penyebab utama fenomena ini terjadi karena terbatasnya akses ke perguruan tinggi, serta tingginya biaya pendidikan yang sulit dijangkau oleh mayoritas penduduk Jakarta.
Di sisi lain, kualitas tenaga pendidik di Jakarta juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta, hanya 34,29 persen guru yang lulus uji kompetensi pada tahun 2022 lalu, yang turut memengaruhi kualitas lulusan yang dihasilkan.
Selain itu, data dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengungkapkan adanya defisit fasilitas pendidikan di Jakarta. Pada tahun 2022, sebanyak 86 kelurahan di Jakarta belum memiliki SMP Negeri, sementara 168 kelurahan lainnya tidak memiliki SMA Negeri.
Hal ini menunjukkan adanya kekurangan serius dalam ketersediaan bangku pendidikan formal, yang berpotensi menghambat anak-anak Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca Juga: Ketidakpastian Global, Bos OJK Ingin PDRB Dipacu
"Masalah ini tidak hanya terkait dengan kualitas SDM, tetapi juga dengan kualitas guru dan fasilitas pendidikan yang masih sangat memprihatinkan," ungkapnya.
Berdasarkan fakta-fakta ini, dapat disimpulkan bahwa Pemprov DKI Jakarta masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki kondisi SDM.
Jika tidak ada langkah progresif dan nyata untuk mengatasi masalah ini, cita-cita Jakarta untuk menjadi kota global mungkin akan sulit terwujud.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








