Terbongkar! Ponpes Al Hanifiyyah Kediri yang Santrinya Tewas Dianiaya Ternyata Tidak Berizin

AKURAT.CO Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah yang terletak di Mojo, Kabupaten Kediri, tempat penganiayaan santri, Bintang Balqis Maulana (14) ditemukan meninggal dunia ternyata tidak memiliki izin resmi.
Meskipun telah berdiri sejak tahun 2014, Pondok Pesantren Al Hanifiyyah hanya memiliki 74 santri putri dan 19 santri putra.
Lokasinya di kawasan Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah, tetapi Al Hanifiyyah terpisah dari pusat pesantren tersebut.
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Kanwil Kemenag Jawa Timur, Mohammad As'adul Anam, mengonfirmasi bahwa pondok tersebut belum memperoleh izin operasional hingga saat ini.
"Keberadaan Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah tersebut belum memiliki izin pesantren," ujar Anam.
Anam menjelaskan bahwa meskipun Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah tidak memiliki izin secara administratif, Kementerian Agama (Kemenag) tidak memiliki wewenang untuk memberikan hukuman atau sanksi kepada pesantren tersebut.
Ini sesuai dengan keputusan Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur yang menyatakan bahwa belajar ilmu agama adalah wajib.
Untuk mengantisipasi permasalahan semacam ini, Kemenag Kanwil Jawa Timur telah menerapkan beberapa program.
Salah satunya adalah sosialisasi mengenai pesantren yang ramah terhadap santri atau anak bersama RMI PWNU Jawa Timur sejak 2022.
Kemenag juga telah berkolaborasi dengan DPRD Jawa Timur untuk memberikan pelatihan kepada satuan tugas pesantren yang ramah terhadap santri atau anak di 7 wilayah kerja, yang mencakup 840 pesantren.
Selain itu, Kemenag juga telah menjalin kerja sama dengan Unicef untuk menangani kasus kekerasan fisik dan seksual di Jawa Timur.
Awalnya, kejadian ini terungkap setelah video kemarahan keluarga korban terhadap pria yang membawa jenazah korban pulang ke Banyuwangi menjadi viral.
Pondok pesantren awalnya menyatakan bahwa Bintang meninggal karena terjatuh di kamar mandi.
Setelah jenazah dikeluarkan dari mobil, keluarga mulai merasa curiga karena darah terus mengucur dari keranda.
Akibatnya, mereka meminta jenazah korban untuk dibuka.
Saat jenazah korban tiba di rumah duka pada Sabtu (24/2/2024) malam, keluarga menemukan beberapa luka yang mengindikasikan kemungkinan adanya penganiayaan.
Mia Nur Khasanah (22), kakak korban, melihat adanya bekas jeratan di leher dan sundutan rokok di tubuh adiknya setelah kain kafan dibuka.
Mia juga menyebutkan bahwa di kaki korban terdapat beberapa luka sundutan rokok, yang jumlahnya lebih dari satu, serta satu luka di dada yang terlihat seperti berlubang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








