Pelayanan Disdukcapil Labusel Terganggu Akibat Listrik Sering 'Byar Pet'

AKURAT.CO Masyarakat mengeluhkan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) Sumut. Padahal, sistem sudah online secara nasional.
Hal tersebut dikeluhkan Andre (17) warga Torgamba yang mengaku kecewa dengan pelayanan akibat jaringan listrik yang bolak-balik padam. Hal itu membuat terganggunya proses pembuatan perlengkapan administrasi e-KTP miliknya.
"Muaklah pokoknya Pak, seharusnya e-KTP saya udah siap, gara-gara jaringan listrik tak optimal, jadi lama," keluhnya saat ditemui di kantor Disdukcapil Jalinsum Desa Sosopan, Rabu (29/6/2022).
Ia pun berharap agar pihak PLN senantiasa memeriksa terhadap jaringan listrik ke kantor-kantor pelayanan umum. Sebab, kantor pelayanan rentan dengan jarak waktu masyarakat dalam pengurusan.
"Bayangkan Pak, saya pergi dari rumah di Kecamatan Torgamba pagi jam 07.00 WIB sampai di Kantor Capil jam 08.10 WIB saya menunggu sebentar, begitu buka kantor saya daftar sampai jam 11.00 WIB tidak bisa cetak akibat listrik tak stabil alias mati hidup mati hidup. Betapa kecewanya kami Pak, jauh-jauh kami datang berharap e-KTP kami siap eeh malah kendalanya pada arus listrik," bebernya.
Terpisah, Sekretaris Capil Ali Imran pun mengaku tak mau tinggal diam dengan cara mengambil alternatif mengalihkan layanan perekam datanya ke roda empat. Hal ini dilakukan mengingat masyarakat sudah lama mengantre di loket.
"Sistem mati hidup mati hidup tersebut memicu peralatan-peralatan elektronik kita menjadi rusak. Saya ambil alternatif masyarakat merekam melalui mobil pelayanan yang kita sediakan di pintu masuk utama kantor Capil," kata Ali Imran.
Dirinya meminta agar pihak PLN menyalurkan arus listrik di kantor pelayanan khususnya Capil agar tidak terus menerus "byar pet".
"Jauh-jauh mereka datang sampai di kantor arus PLN tak mendukung malu kita, Pak," tutur dia.
Sementara, Manejer PLN Unit Kotapinang Syahril menjelaskan, pihaknya terus berupaya memperbaiki sistem kelistrikan mulai dari lingkungan Simaninggir sampai Langga Payung.
Dikatakannya, padamnya lampu di lokasi perkantoran ini akan menjadi evaluasi ke depan. Saat ini pihaknya berupaya terus mencari serta memperbaiki peralatan pengamanan di lokasi yang rawan dari gangguan binatang. "Dan mengusulkan alat pengaman jaringan listrik untuk perkantoran serta usulan penambahan feeder khusus kantor Bupati," pungkasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




