Akurat Logo

Erick Thohir Lakukan Pertemuan Tertutup dengan Kapolri, Siapkan Sanksi Berat untuk Kekerasan Suporter

Zainal Hasan | 29 Oktober 2026, 11:50 WIB
Erick Thohir Lakukan Pertemuan Tertutup dengan Kapolri, Siapkan Sanksi Berat untuk Kekerasan Suporter
Menpora Erick Thohir tiba untuk memberikan keterangan terkait program kepemudaan menjelang Hari Sumpah Pemuda di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Fauzan.

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk memberantas aksi kekerasan yang melibatkan suporter sepakbola di Indonesia.

Tak hanya sanksi denda dan larangan kehadiran penonton, PSSI bahkan membuka peluang pengurangan poin bagi klub yang gagal menjaga perilaku pendukungnya.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa dirinya telah menggelar pertemuan tertutup dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Pertemuan tersebut membahas penanganan kasus kriminal yang berkaitan dengan sepakbola, termasuk berbagai insiden kekerasan suporter yang terjadi belakangan ini.

Baca Juga: Bobotoh Muda Tewas, Erick Thohir Desak Ketegasan Hukum untuk Hentikan 'Lingkaran Setan' Kekerasan Suporter

Langkah tersebut diambil menyusul rentetan kericuhan di kompetisi domestik, baik di dalam stadion maupun di luar arena pertandingan.

Salah satu insiden yang menjadi perhatian adalah meninggalnya seorang suporter Persib Bandung berinisial ARK (16).

ARK dilaporkan meninggal dunia setelah menyaksikan pertandingan Persib melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).

ARK ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, ketika dalam perjalanan pulang seusai menyaksikan pertandingan.

Polisi kemudian mengungkap dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam dan mengamankan seorang terduga pelaku untuk menjalani proses hukum.

Meski demikian, penyelidikan masih diperlukan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.