Akurat Logo

John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil

Hervin Saputra | 8 Oktober 2026, 19:27 WIB
John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, saat memberikan arahan kepada pemainnya di laga melawan Malaysia pada penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion GBK, Jakarta, Senin (28/9/2026). ANTARA/M Risyal Hidayat.

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mengaku terkejut dengan tingginya standar harapan suporter Garuda. Herdman menyebut suporter selalu berharap Timnas menang besar seakan-akan tim mereka adalah Brasil.

Pandangan tersebut disampaikan John Herdman dalam wawancara dengan Liputan 6 Sports yang diunggah pada Rabu (7/9/2026). Herdman sendiri baru saja membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dua hari sebelumnya.

“Saya datang ke sini sangat terkejut sebagai Pelatih Tim Nasional (Kanada) yang pernah lolos ke piala dunia, yang pernah memenangi kualifikasi Piala Dunia, zona regionalnya kami juara,” kata John Herdman.

“Lalu datang ke Indonesia, negara yang belum mencapai apapun saat itu, saya terkejut dengan ekspektasinya. Misalnya, jika Anda berada di Brasil, Anda boleh berharap tinggi dan mengkritik segala hal, karena memang sewajarnya begitu. Tim Anda bernilai miliaran dolar, dan sejarahnya membuktikan itu.”

Baca Juga: Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Berterimakasih terhadap Suporter Garuda, Terutama untuk 20 Menit Terakhir

Pelatih asal Inggris yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 itu mengisahkan serangan kritik terhadap penyerang Timnas Indonesia, Ramadan Sananta, selepas laga uji coba melawan Saint Kitts & Nevis, di Jakarta, 27 Maret lalu.

Bahkan, kata Herdman, menang 4-0 pun belum cukup bagi Timnas Indonesia ditandai dengan kritik keras terhadap Ramadan Sananta. Lagi, Herdman mengingatkan bahwa Indonesia bukan tim seperti Spanyol yang punya “tiki-taka”.

“Kita bukan tim tiki-taka. Kita tidak tumbuh di lingkungan Spanyol yang mengajarkan gaya permainan latin dengan budaya latih yang membentuk mentalitasnya. Di sini tidak begitu,” kata Herdman.

Lebih jauh, pelatih berusia 51 tahun asal Newcastle, Inggris, menyebut bahwa serangan kritik terhadap pemain–terutama melalui media sosial–membuat jersey Timnas Indonesia terasa berat bagi pemain. Terutama, katanya, bagi pemain lokal.

“Beban jersey itu sangat berat bagi pemain lokal. Karena hujatan di media sosial. Bahkan ketika kami mengalahkan Saint Kitts 4-0, Sananta dihujat di seluruh negeri, bagi saya ini hal baru. Saya belum pernah melihatnya,” kata Herdman.

“Jadi jersey itu bisa sangat membebani.”

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.