Akurat Logo

FIFA ASEAN Cup: Timnya Kebobolan 9 Gol, Pelatih Bangladesh Akui Kekalahan Atas Timnas Indonesia Wajar

Zainal Hasan | 2 Oktober 2026, 15:15 WIB
FIFA ASEAN Cup: Timnya Kebobolan 9 Gol, Pelatih Bangladesh Akui Kekalahan Atas Timnas Indonesia Wajar
Pesepakbola Timnas Indonesia saat merayakan kemenangan usai melawan Bangladesh dalam pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion GBK, Jakarta, Kamis (1/10/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat.

AKURAT.CO, Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, mengakui kualitas Timnas Indonesia berada di atas timnya setelah kedua negara bertemu pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Bangladesh harus mengakhiri pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB, dengan kekalahan telak 2-9.

Sembilan gol Timnas Indonesia lahir melalui aksi Mitchell Baker yang mencetak lima gol. Empat gol lainnya masing-masing disumbangkan Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks.

Bangladesh sempat mencetak dua gol melalui Sahariar Emon dan Farhaan Ali Wahid. Namun, dua gol tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan yang sejak awal berada dalam kendali Timnas Indonesia.

Baca Juga: Indonesia vs Bangladesh: Menang 9-2 dengan Gol Ujung Laga, Garuda ke Final FIFA ASEAN Cup

Thomas Dooley menilai hasil tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan jika melihat perbedaan kualitas kedua tim.

Pelatih asal Amerika Serikat kelahiran Jerman itu menyebut Indonesia tampil lebih baik dan pantas mengamankan kemenangan dengan skor besar.

"Indonesia adalah tim yang jauh lebih baik hari ini, jadi itulah mengapa kemenangan besar itu wajar, sangat wajar. Ketika Anda melawan tim yang lebih baik, itulah yang terjadi," ujar Dooley seusai pertandingan.

Menurut Dooley, perbedaan kualitas Indonesia dan Bangladesh tidak hanya terlihat dalam pertandingan tersebut. Ia juga mengaitkannya dengan kompetisi yang dijalani para pemain kedua negara di level klub.

Dooley menyebut pemain-pemain Indonesia memiliki pengalaman bermain di liga dengan level persaingan yang lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilainya turut memengaruhi kualitas permainan ketika kedua tim bertemu di lapangan.

"Peringkat FIFA menunjukkan perbedaannya. Tim-tim Asia Tenggara lebih baik karena mereka berlatih di liga yang lebih kuat," kata Dooley.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.