Piala Dunia 2026: Gavi Tak Setuju Leandro Paredes Dihukum Sehubungan Insiden Pasca Final

AKURAT.CO, Pemain Tim Nasional Spanyol, Pablo Gavi, tak setuju jika pemain Argentina yang terlibat perseteruan fisik dengannya pasca laga final Piala Dunia 2026, Leandro Paredes, harus dihukum larangan bermain.
Gavi memaklumi bahwa insiden di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026), tak patut jadi contoh. Namun ia juga memakluminya karena emosi dalam sepakbola.
"Saya tidak berpikir bahwa (Leandro Paredes) harus dihukum larangan bermain," kata Gavi dipetik dari BBC.
"Saya paham itu bukan citra yang baik untuk anak-anak, tetapi saya kira itu adalah salah satu sisi sepakbola, yang sedikit lebih fisik, lebih agresif."
Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah wasit Slavko Vincic asal Slovenia meniup peluit akhir laga final Piala Dunia 2026.
Leandro Paredes awalnya tampak bersitegang dengan Eric Garcia di mana tangan gelandang Argentina itu sudah berada di leher Garcia.
https://www.akurat.co/bola/875382/fifa-selidiki-kericuhan-final-piala-dunia-2026-ini-kronologi-insiden-spanyol-vs-argentina-yang-jadi-sorotan
Gavi kemudian masuk ke dalam pertikaian tersebut dengan setengah berlari. Paredes mendorong Gavi dan meletakkan tangannya di wajah gelandang Barcelona itu.
Pemain Argentina lainnya seperti Nahuel Molina, Thiago Almada, dan Asisten Pelatih Roberto Ayala tampak terlibat dalam situasi itu.
FIFA sudah menyatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap peristiwa pasca pertandingan itu. Organisasi induk sepakbola dunia itu sudah membentuk tim etik dan disiplin untuk penyelidikan.
FIFA juga mengoreksi kesalahan informasi yang disampaikan sistem informasi komentator mereka yang menyebut bahwa Slavko Vincic sudah memberikan kartu merah terhadap Paredes di lokasi peristiwa.
Penyelidikan dilakukan dalam kondisi belum ada tindakan apapun yang diambil otoritas terhadap Paredes dan pihak lain yang terlibat dalam kericuhan itu.
Gavi berpendapat semestinya sanksi dijatuhkan kepada pemain Boca Juniors tersebut semasa laga masih berlangsung.
"Hal yang paling logis adalah mengeluarkan dia di pertandingan, itu saja. Pada akhirnya, saya kira inilah sepakbola, dan memang harus seperti itu," kata Gavi.
Argentina sendiri harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1 pada laga puncak itu. Spanyol menjadi juara berkat gol Ferran Torres di menit ke-106.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian







