Gianni Infantino Didukung 200 Anggota FIFA untuk Periode Keempat, Jerman Dikabarkan Menolak

AKURAT.CO, Gianni Infantino tampaknya akan kembali terpilih sebagai Presiden FIFA untuk masa jabatan 2027-2031. Hal ini terindikasi dari dukungan lebih 200 negara anggota untuk Infantino pada pemilihan di Rabat, Maroko, Maret tahun depan.
The Guardian menyebut bahwa lebih dari 200 anggota FIFA tersebut telah dan masih mengirimkan surat dukungan untuk Gianni Infantino. Dukungan itu bisa menjadikan Infantino memenangi jabatan Presiden FIFA untuk periode keempat.
Namun demikian, sejumlah asosiasi dari Eropa dikabarkan tidak atau belum mengirimkan surat dukungan kepada Gianni Infantino. Salah satunya adalah Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) yang merupakan anggota penting dari Eropa.
Isu suksesi di tampuk tertinggi kekuasaan FIFA mencuat ke permukaan sehubungan dengan kontak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Gianni Infantino sehubungan dengan “skandal” penangguhan sanksi Folarin Balogun.
Donald Trump secara terbuka mengatakan bahwa ia menghubungi Gianni Infantino untuk meminta FIFA meninjau ulang kartu merah yang dijatuhkan kepada Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.
Adapun Folarin Balogun adalah penyerang Tim Nasional Amerika Serikat yang dikartumerah di laga kontra Bosnia-Herzegovina pada penyisihan Piala Dunia 2026 di Santa Clara, AS, 2 Juli silam.
Komite Disiplin FIFA mengabulkan penangguhan sanksi Folarin Balogun dan sang pemain bisa tampil pada babak 32 besar menghadapi Belgia. Keputusan ini menimbulkan kecaman karena Infantino dianggap melanggar asas independensi FIFA.
Kritik lain terhadap Infantino juga dihubungkan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 oleh AS. Kontroversi muncul ketika AS menolak masuk wasit asal Somalia, Omar Artan.
Juga berpindahnya markas Timnas Iran yang semula berada di Arizona, AS, ke Tijuana, di Meksiko. Iran juga mengeluhkan pembatasan waktu datang dan pergi di hari pertandingan mereka yang digelar di AS.
Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA pada 26 Februari 2016 sebagai respons atas ketersingkiran Sepp Blatter akibat sejumlah skandal suksesornya itu. Sejauh ini, pria berkebangsaan Swiss berusia 56 tahun itu sudah memimpin FIFA selama tiga periode.
Sejumlah gebrakan dilakukan Infantino selama memimpin FIFA. Di antaranya adalah menggelar Piala Dunia di tiga negara untuk kali pertama pada 2026 (Kanada-Meksiko-AS) dengan jumlah peserta bertambah dari 32 menjadi 48 negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








