Piala Dunia 2026: Langsung 'Diusir' setelah Lawan Selandia Baru, Iran Merasa Sengaja 'Ditindas'
AKURAT.CO, Tim Nasional Iran akhirnya menempuh pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 2-2 kontra Selandia Baru. Usai laga, situasi tak membaik bagi Iran karena mereka dipaksa langsung meninggalkan Los Angeles.
Bermain di Stadion Los Angeles, Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) atau Selasa pagi WIB, Iran dua kali tertinggal melawan Selandia Baru untuk laga pertama Grup G Piala Dunia 2026 tersebut.
Mereka tertinggal 1-0 dan 2-1 melalui gol Elijah Just di menit ketujuh dan menit ke-55 di laga Piala Dunia 2026. Team Melli–julukan Timnas Iran–membalas lewat Ramin Rezaian di menit ke-32 dan Mohammad Mohebi di menit ke-64.
Hasil ini untuk sementara menempatkan Iran dan Selandia Baru di dua ranking pertama klasemen grup G dengan sama-sama mengoleksi satu angka. Mereka unggul selisih gol dari Belgia dan Mesir yang bermain 1-1 di laga sebelumnya.
Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, mengaku kecewa dengan perlakuan terhadap pasukannya yang tak diberikan waktu beristirahat semalam sebelum kembali ke markas mereka di Tijuana, Meksiko.
Situasi tersebut, kata Amir Ghalenoei, juga sudah diperberat dengan ketika tiba di Los Angeles dua malam sebelum laga pertama menghadapi Selandia Baru.
“Tim kami adalah yang paling ditindas di seluruh Piala Dunia ini. Federasi kami absen di sini. Media kami tidak di sini. Tim manajemen kami, banyak dari mereka tidak di sini,” kata Amir Ghalenoei sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Kami terbiasa memiliki sebagian tim kepelatihan yang membantu kami untuk (membantu) pergantian pemain tetapi kami tidak punya itu. Banyak dari kami di area teknis harus menghadapi itu.”
Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan video kehadiran Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang datang ke ruang ganti di laga melawan Selandia Baru. Dalam kesempatan itu, Infantino menyebut bahwa “Iran lebih kuat dari apapun” dan “seluruh dunia melihat kalian”.
Selanjutnya, Iran akan menghadapi Belgia di Los Angeles pada 21 Juni dan melawan Mesir pada Jumat 27 Juni mendatang di Seattle, Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia








