In Memoriam: Tun Siti Hasmah, Ibu Skuad Bulutangkis Malaysia Juara Piala Thomas 1992

AKURAT.CO, Sampai hari ini, warga Malaysia mengingat keberhasilan skuad bulutangkis mereka menjuarai Piala Thomas 1992 sebagai salah satu kejayaan bersejarah dalam olahraga mereka.
Kenangan ini bangkit sejalan wafatnya mantan ibu negara Malaysia, Tun Siti Hasmah Mohamad Ali, pada pagi ini, Senin (28/9/2026). Siti Hasmah adalah "patron" yang membimbing skuad bulutangkis Malaysia di Piala Thomas & Uber 1992.
Kenangan terhadap Siti Hasmah membekas sebab istri eks Perdana Menter Malaysia, Mahathir Mohamad, tersebut menjadi "penyemangat" di kala Malaysia meraih gelar Piala Thomas di markas mereka sendiri.
Bertanding di Stadion Negara, Kuala Lumpur, skuad Malaysia, 16 Mei 1992, Malaysia ketika itu mengalahkan negeri jirannya, Indonesia, dengan skor 3-2 pada partai puncak turnamen supremasi bulutangkis dunia itu.
"Kami menganggapnya (Siti Hasmah) sebagai ibu skuad Piala Thomas ketika itu," kata pebulutangkis ganda putra skuad Malaysia juara Piala Thomas 1992, Razif Sidek, dipetik dari New Strait Times.
"Terkadang, dia datang ke sesi latihan kami, bertemu dan bicara dengan kami dan memberikan beberapa kata penyemangat.
"Kami tidak akan pernah melupakan kontribusinya ketika Malaysia memenangi Piala Thomas 1992 di Stadion Negara."
Selepas Piala Thomas, Razif juga mengenang peran Siti Hasmah saat turut mendampinginya dan saudaranya, Jalani Sidek, saat tampil di Olimpiade Barcelona 1992.
Ketika itu Razif/Jalani meraih medali perunggu yang merupakan medali pertama Malaysia di olimpiade.
"Kehadirannya sangat bermakna bagi Jalani dan saya dan memberikan kami tambahan motivasi untuk bertanding," kata Razif.
"Alhamdulillah, kami membawa pulang medali olimpiade pertama masa itu."
=====
Adapun Jalani mengingat Siti Hasmah sebagai figur tempat berkeluh-kesah bagi para pebulutangkis Malaysia pada awal 1990-an.
Jalani Sidek mengatakan bahwa Siti Hasmah adalah orang yang mengusahakan agar para pebulutangkis berprestasi di Malaysia mendapatkan hadiah mobil Proton Saga.
"Bulutangkis tak punya banyak uang ketika itu. Sama sekali berbeda dibanding sekarang. Pada suatu waktu, kami menerima Proton Saga karena pencapaian kami. Dia salah satu yang memperjuangkannya untuk kami," kata Jalani Sidek.
Tun Siti Hasmah wafat dalam usia 100 tahun di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, hari ini. Ia berperan sebagai ibu negara pada dua periode, yakni pada 1981-2003 dan 2018-2020.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 6Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 7Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Ariawan: Pers Menyadarkan Publik tentang Peran MPR Menjaga Konstitusi dan Kebangsaan
- 10Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra






