Akurat

Final BWF: Runner-up di Australia Jadi Modal Putri Kusuma Wardani di Hangzhou

Leo Farhan | 26 November 2025, 14:32 WIB
Final BWF: Runner-up di Australia Jadi Modal Putri Kusuma Wardani di Hangzhou
 
 
AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, membawa modal positif jelang tampil di ajang bergengsi Final BWF atau BWF World Tour Finals (WTF) 2025.
 
Runner-up di Australia Terbuka 2025 menjadi pijakan berharga bagi atlet tunggal putri terbaik Indonesia itu untuk menantang tujuh pemain terbaik dunia di Final BWF di Hangzhou, China, 17–21 Desember mendatang.
 
Putri Kusuma Wardani mengaku puas dengan performanya di Sydney meski meraih medali perak usai ditaklukkan peringkat pertama dunia, An Se Young. Ia menilai pertandingan itu memberi sinyal kuat bahwa ia sudah berada di jalur peningkatan.
 
 
"Alhamdulillah bisa naik podium walaupun masih runner-up. Lawannya di final juga nomor satu dunia, tapi saya cukup senang karena kemarin bisa menyulitkan An Se Young," kata Putri Kusuma Wardani di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (26/11).
 
Perjalanan sepanjang musim yang penuh peningkatan membuat Putri semakin percaya diri menatap WTF 2025, turnamen elite yang hanya mempertemukan delapan pemain terbaik di masing-masing sektor.
 
"Hasil Australia Open pastinya jadi modal karena setahun terakhir ini saya merasa cukup meningkat, baik dari permainan maupun teknik," ungkap Putri.
 
 
"WTF itu ajang pembuktian buat saya. Lawannya sangat-sangat bagus semua, dan saya mau menunjukkan kalau saya tidak gampang menyerah, masih bisa bersaing, dan bisa menang."

Perbaikan dan Fokus yang Diutamakan di Final BWF

Dari sisi evaluasi, Putri mengungkapkan bahwa arahan utama pelatih adalah menjaga konsistensi permainan serta fokus di momen-momen penting.
 
"Yang paling ditekankan itu konsistensi permainan dan fokus," katanya.
 
Selain aspek teknis, Putri menilai perkembangan terbesarnya justru berada di sisi mental. Ia mengaku perjalanan dari masa sulit menuju level sekarang membuatnya semakin tangguh.
 
"Banyak banget peningkatan nonteknisnya. Dari masa terpuruk sampai sekarang, saya bangga sama diri saya sendiri. Masih bisa kuat karena di belakang banyak orang yang support aku. Support system itu yang paling berpengaruh," ucapnya.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H