Setelah Juarai China Terbuka 2025, Konsistensi Fajar/Fikri Bakal Diuji di 2 Turnamen Lanjutan
Leo Farhan | 6 Agustus 2025, 18:08 WIB

AKURAT.CO, Kemenangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di ajang China Terbuka 2025 menjadi titik awal positif dari duet anyar ganda putra Indonesia ini.
Pelatih Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho, mengapresiasi performa Fajar/Fikri yang dinilai langsung padu sejak dipasangkan.
Anton menyebut keduanya memiliki kualitas individu yang mumpuni. Sehingga tak heran bisa langsung menunjukkan hasil signifikan di dua turnamen terakhir, termasuk saat menaklukkan sejumlah pasangan unggulan di China.
"Secara individu Fajar dan Fikri memang punya skill yang baik. Sebelumnya, dari Januari sampai Juni, mereka masih dengan pasangan lama," kata Antonius di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (6/8).
"Tapi karena situasi, termasuk cedera Daniel (Marthin), akhirnya kita coba mereka berdua dan hasilnya sangat baik."
Menurut Anton, keberhasilan Fajar/Fikri di China menjadi landasan PBSI untuk melihat sejauh mana konsistensi pasangan ini di level atas.
Pasangan ini dijadwalkan kembali tampil pada dua turnamen selanjutnya di China Masters Super 750 dan Korea Terbuka Super 500 setelah Kejuaraan Dunia 2025 di Paris nanti.
Baca Juga: Usai Juara di Changzhou, Fajar/Fikri Bakal Siapkan Langkah Strategis Jelang Kejuaraan Dunia
"Hasil China jadi pertimbangan. Saya ingin lihat konsistensinya, dari permainan, rotasi, chemistry, juga komitmen mereka saat latihan. Itu semua jadi bahan evaluasi," tegas Anton.
Tak hanya melihat hasil akhir, Anton juga menilai aspek teknis permainan Fajar/Fikri menjadi fokus evaluasi. Mengingat keduanya memiliki karakter sebagai pemain depan, Anton menekankan pentingnya variasi serangan dari sektor belakang.
"Adaptasi tetap perlu. Fajar dan Fikri ini dua-duanya pemain depan. Jadi perlu ditingkatkan dari sisi bola belakang, karena mereka bukan tipe pemukul keras seperti Bagas atau Daniel. Variasi dan konsistensi dari belakang harus ditambah," katanya.
Saat ditanya apakah keberhasilan di China memang direncanakan untuk jadi penentu lanjutan pasangan ini, Anton menilai tidak ada salahnya memberi pasangan ini kesempatan lebih.
Apalagi sebelum merebut gelar juara Super 1000, pasangan Fajar/Fikri banyak menyingkirkan pemain-pemain unggulan.
"Kemampuannya tidak diragukan. Dari situ saya pikir, kenapa tidak dicoba lagi? Siapa tahu mereka bisa bersaing lebih jauh di level atas," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







