Eks Pelatih Panjat Tebing Tersangka Kekerasan Seksual, Erick Thohir: Negara Hadir Lindungi Atlet!

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan dukungan penuh Kemenpora terhadap langkah Bareskrim Polri yang menetapkan mantan pelatih kepala Pelatnas Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berinisial HB sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan seksual.
Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri menetapkan HB sebagai tersangka atas dugaan kekerasan seksual terhadap lima atlet putri panjat tebing yang terjadi secara berulang kurun 2022 hingga Desember 2025.
Berkas perkara tersebut kini telah dinyatakan lengkap (P-21) dan masuk tahap penyerahan tersangka serta barang bukti (tahap 2) ke Kejari Kota Bekasi.
Erick Thohir mengapresiasi ketegasan aparat penegak hukum dan memastikan negara berdiri tegak di samping para korban untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Kami mendukung penuh langkah Kepolisian dalam menegakkan hukum dan mengungkap perkara ini secara tuntas," kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
"Proses ini merupakan bukti bahwa segala bentuk kekerasan dan pelecehan tidak mendapatkan tempat, dan pelaku harus dijatuhi hukuman setimpal serta dilarang kembali berkecimpung di dunia olahraga."
Mantan Presiden Inter Milan tersebut menekankan bahwa fokus utama Pemerintah saat ini adalah menjamin perlindungan, pemulihan, dan keadilan bagi para atlet yang menjadi korban.
"Negara tidak boleh membiarkan atlet yang seharusnya berada di lingkungan aman justru mengalami kekerasan atau pelecehan," ujarnya.
"Saya ingin para korban tahu bahwa mereka tidak sendiri. Pemerintah hadir dan berpihak pada korban."
Erick menilai penanganan kasus hukum ini bukan sekadar mengadili oknum, melainkan menjadi momentum krusial untuk merombak total ekosistem olahraga nasional agar terbebas dari penyalahgunaan relasi kuasa.
Ia mewanti-wanti seluruh induk organisasi cabang olahraga, pengurus, pelatih, hingga ofisial untuk menjadikan keselamatan serta martabat atlet sebagai prioritas tertinggi di atas segalanya.
"Olahraga harus menjadi ruang yang aman bagi setiap atlet untuk tumbuh, berlatih, dan berprestasi," katanya menjelaskan.
"Tidak boleh ada penyalahgunaan kekuasaan, relasi kuasa, apalagi kekerasan seksual. Prestasi tidak boleh dibangun dengan mengorbankan martabat dan keselamatan atlet."
Lebih lanjut, Erick berharap para korban mendapatkan ruang dan waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikologis mereka tanpa dibayang-bayangi tekanan atau stigma negatif dari pihak manapun.
"Harapan saya kepada para korban, tetap kuat dan jangan merasa bersalah atas apa yang terjadi. Fokus pada pemulihan diri," katanya berharap.
"Yang harus kita bangun adalah lingkungan yang membuat korban merasa aman untuk menjalani kehidupan dan karier mereka kembali."
Erick memungkasi bahwa Kemenpora berkomitmen memperkuat sistem perlindungan atlet lintas cabor, mulai dari mekanisme pencegahan hingga saluran pengaduan yang berperspektif korban.
"Kita ingin membangun olahraga Indonesia yang bersih. Bersih bukan hanya dari doping atau pengaturan pertandingan, tetapi juga bersih dari kekerasan, pelecehan, intimidasi, dan penyalahgunaan kekuasaan," kata Erick menuntaskan.
"Medali itu penting, tetapi keselamatan, martabat, dan masa depan atlet jauh lebih penting."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







