Olimpiade Paris: Mundur, Sprinter Jamaika Elaine Thompson-Herah Lepas Peluang Pertahankan Gelar

AKURAT.CO, Sprinter asal Jamaika, Elaine Thompson-Herah, dipastikan tak bisa mempertahankan gelarnya di Olimpiade Paris 2024. Thompson-Herah harus mundur karena cedera achilles (sisi belakang tungkai kaki).
Sebagaimana dikabarkan BBC, Elaine Thompson-Herah mengalami cedera saat tampil di New York City Grand Prix, New York, Amerika Serikat, 9 Juni silam. Ia bahkan harus dituntun untuk keluar dari lintasan pertandingan.
“Saya kecewa dan hancur karena melewatkan olimpiade tahun ini tetapi pada akhirnya ini adalah olahraga dan kesehatan saya adalah yang utama,” kata Elaine Thompson-Herah.
Baca Juga: Setelah Olimpiade, Thompson-Herah Lengkapi Koleksinya dengan Emas Commonwealth Games
Kabar ini memberikan angin segar bagi para pesaing karena Thompson-Herah adalah pemilik medali emas lari 100 meter dan 200 meter di dua olimpiade terakhir. Dengan demikian, Olimpiade Paris sebenarnya peluang untuk mencetak hat-trick baginya.
Selain itu, Thompson-Herah adalah salah satu pelari jarak pendek putri terbaik dalam sejarah. Bersama rekan senegaranya, Usain Bolt, atlet berusia 31 tahun ini menjadi satu-satunya pelari yang bisa meraih emas olimpiade di lebih dari satu nomor.
Total, Thompson-Herah telah mengumpulkan lima emas olimpiade. Selain masing-masing dua di nomor 100 meter dan 200 meter, satu emas lain diraihnya di nomor estafet 4x100 meter Olimpiade Rio De Janeiro 2016.
Baca Juga: Thompson-Herah Cetak Rekor Commonwealth Games, Fraser-Pryce Terbaik di Diamond League
Pun demikian, Thompson-Herah tak menganggap cedera yang menderanya di hari-hari terakhir menjelang Olimpiade Paris sebagai akhir karier. Atlet kelahiran Manchester, Jamaika, 28 Juni 1992, ini masih bertekad kembali ke lintasan.
“Ini adalah jalan yang panjang dan saya berniat untuk memulai lagi dan terus berlatih dan melakukan pemulihan penuh dan melanjutkan karier lintasan saya,” kata Thompson-Herah.
Di luar olimpiade, pelari dengan julukan Jamaican Lightning ini tercatat sebagai sprinter putri tercepat terbaik kedua sepanjang sejarah setelah pelari Amerika Serikat, Florence Griffith-Joyner.
Catatan waktu terbaik Thompson-Herah adalah 10,54 detik untuk lari nomor 100 meter yang ditorehkannya pada 21 Agustus 2021. Jumlah itu berselisih 0,05 detik dari rekor yang dicatatkan Griffith-Joyner pada 16 Juli 1988.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







