Apa Itu Beras Fortifikasi yang Viral? Ini Perbedaan, Fungsi, dan Daftar 25 Merek Palsu!

AKURAT.CO Beras fortifikasi tengah menjadi perhatian masyarakat setelah pemerintah mengungkap temuan terhadap sejumlah produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi.
Istilah ini pun ramai dicari karena berkaitan dengan kandungan gizi, standar produk, hingga daftar 25 merek yang disebut dalam hasil pemeriksaan.
Lantas, apa itu beras fortifikasi, apa bedanya dengan beras biasa, dan mengapa produk ini menjadi viral?
Baca Juga: Pertamina Perluas Portofolio LNG, Andalkan Pasokan Domestik hingga AS
Apa Itu Beras Fortifikasi?
Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan tambahan zat gizi tertentu untuk membantu meningkatkan asupan nutrisi masyarakat.
Zat gizi yang ditambahkan biasanya berupa vitamin dan mineral, seperti zat besi, zinc, vitamin B, atau asam folat.
Sederhananya, beras fortifikasi tetap merupakan beras yang dikonsumsi sebagai makanan pokok, tetapi kandungan gizinya ditambah melalui proses fortifikasi.
Tujuan utamanya adalah membantu memenuhi kebutuhan zat gizi mikro yang mungkin kurang dari pola makan sehari-hari.
Fortifikasi dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu mencegah masalah akibat kekurangan vitamin dan mineral, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan.
Baca Juga: Buang Puntung Rokok di Malaysia, WNI Ini Berujung Dipenjara Sebulan
Perbedaan Beras Fortifikasi dan Beras Biasa
Perbedaan utama antara beras fortifikasi dan beras biasa terletak pada kandungan zat gizi tambahannya. Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan vitamin atau mineral tertentu melalui proses fortifikasi.
Zat gizi yang ditambahkan dapat berupa zat besi, zinc, asam folat, serta vitamin B, tergantung jenis dan standar produk yang digunakan.
Sementara itu, beras biasa tidak mendapatkan tambahan mikronutrien melalui proses fortifikasi. Beras biasa tetap memiliki kandungan gizi alami, seperti karbohidrat sebagai sumber energi, serta sejumlah protein, vitamin, dan mineral dalam jumlah tertentu.
Dari segi penggunaan, beras fortifikasi pada dasarnya tetap dapat dimasak dan dikonsumsi seperti beras pada umumnya.
Perbedaannya bukan pada fungsi beras sebagai makanan pokok, melainkan pada adanya zat gizi tambahan yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
Dengan demikian, beras fortifikasi bukan jenis beras yang berbeda secara mendasar, melainkan beras yang telah diperkaya dengan nutrisi tertentu.
Sementara beras biasa mengandalkan kandungan gizi alaminya tanpa tambahan zat gizi melalui proses fortifikasi.
Kenapa Beras Fortifikasi Viral?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK


