Profil Ayu Puspita, Sosok di Balik Kasus Viral Penipuan Wedding Organizer

AKURAT.CO Kasus viral dugaan penipuan wedding organizer kembali menarik perhatian publik, dan nama profil Ayu Puspita, pemilik vendor pernikahan yang diduga menipu klien, kini menjadi sorotan nasional.
Peristiwa ini mencuat setelah beberapa pasangan pengantin melaporkan bahwa acara resepsi mereka berantakan karena layanan katering hingga logistik yang dijanjikan tidak hadir.
Banyak warganet mulai mencari informasi mengenai profil Ayu Puspita, kronologi kasusnya, serta bagaimana penanganan pihak berwajib terkait dugaan penipuan wedding organizer tersebut.
Profil Ayu Puspita
Baca Juga: Profil Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan yang Viral Dikritik Usai Umrah Saat Daerah Dilanda Banjir
Nama Ayu Puspita atau dikenal juga sebagai Ayu Puspita Dinanti sebelumnya dikenal sebagai pemilik vendor wedding organizer yang kerap tampil di berbagai wedding fair dan promosi layanan pernikahan.
Banyak calon pengantin memilih jasanya karena dianggap profesional dan memiliki portofolio yang meyakinkan.
Namun citra tersebut berubah drastis setelah kasus penipuan layanan pernikahan mencuat ke publik.
Akun Instagram bisnis maupun pribadinya disebut menghilang setelah menerima pembayaran dari para klien.
Awal Mula Kasus Viral
Kasus ini pertama kali menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di Threads oleh pengguna @cindyangelina pada 7 Desember 2025.
Ia memperlihatkan bukti bahwa layanan katering dan paket wedding organizer yang dijanjikan tidak hadir sama sekali pada hari pernikahan.
Dalam unggahan tersebut tampak venue yang sudah lengkap dengan dekorasi dan pelaminan, namun meja prasmanan kosong, tanpa hidangan untuk tamu undangan.
Satu-satunya minuman yang tersedia disebut hanya jus jambu, yang kabarnya disediakan oleh pihak gedung, bukan dari vendor WO.
Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu laporan dari korban lain.
Baca Juga: Viral di X, Peredaran Rokok Ilegal Kian Marak Dampak Ketimpangan Kebijakan
Testimoni Korban: DP Puluhan Juta Tidak Dikembalikan
Salah satu korban lain dengan akun @jumiyy_ mengungkapkan bahwa ia sudah membayar DP sebesar Rp50 juta untuk paket pernikahan lengkap termasuk test food.
Namun saat jadwal uji coba makanan tiba, lokasi acara kosong dan tidak ada satu pun perwakilan vendor yang hadir.
Banyak pasangan mengeluhkan kerugian serupa dan merasa acara pernikahan mereka hancur karena vendor tidak memberikan layanan seperti yang dijanjikan.
Video Penangkapan Beredar di Media Sosial
Setelah kasus semakin viral, beredar video penangkapan Ayu Puspita yang dikabarkan terjadi pada 7 Desember 2025.
Rekaman tersebut diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info dan memperlihatkan Ayu digiring menuju kantor polisi oleh sejumlah korban dan petugas kepolisian.
Dalam video itu terdengar para korban meneriakkan bahwa jumlah pasangan yang tertipu mencapai delapan orang hanya dalam satu hari acara.
Ayu tampak mengenakan kerudung hitam dan kemeja garis biru-putih saat memberikan penjelasan singkat kepada media dan korban.
Ia mengklaim bahwa beberapa layanan dikerjakan internal karena memiliki perlengkapan sendiri, bukan dari vendor lain.
Baca Juga: Terbaru! Anita Dewi Dipecat Usai Kisah Tumbler Hilang di KRL Viral di Medsos
Saat ditanya mengenai uang korban, ia menyampaikan bahwa ia membutuhkan waktu untuk mengembalikan dana karena harus menjual perlengkapan dekorasi terlebih dahulu.
Status Hukum dan Tindak Lanjut
Hingga artikel ini diterbitkan, banyak warganet dan pasangan calon pengantin yang mempertanyakan perkembangan kasus ini, termasuk status hukum Ayu Puspita dan nasib dana para korban.
Publik juga berharap ada pengawasan lebih ketat terhadap industri wedding organizer agar kejadian serupa tidak terulang.
Itulah ulasan mengenai profil Ayu Puspita yang kini viral setelah diduga terlibat kasus penipuan wedding organizer.
Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran agar calon pengantin lebih berhati-hati dalam memilih vendor pernikahan dan memprioritaskan transparansi serta legalitas kontrak layanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










