Oknum ASN Pemkot Bekasi Minta Maaf Atas Video Viral yang Larang Umat Kristen Beribadah di Rumah, Netizen: Udah Gitu Doang?

AKURAT.CO Viralnya video oknum ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, kini tersangka bernama Masriwati minta maaf atas tindakannya yang larang umat Kristen beribadah di rumah.
Aksi protes Masriwati ASN Pemkot Bekasi terhadap tempat ibadah umat Kristiani, akhirnya berujung damai setelah dimediasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Masriwati ASN Pemkot Bekasi tersebut menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya yang dianggap publik sebagai bentuk intoleransi.
Baca Juga: Viral Video Oknum Guru dan Siswi di Gorontalo, Apa Hukum Menyebarkan Video Syur menurut Islam?
Perlu diketahui, Masriwati menjabat sebagai Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Kota Bekasi, sehingga tindakannya langsung menjadi sorotan publik.
Masriwati ASN di Kota Bekasi viral di media sosial karena dia menolak keberadaan lokasi ibadah umat Kristiani, yaitu di rumah.
Tak hanya penolakan biasa, dia juga marah-marah karena merasa terganggu oleh sekelompok orang yang sedang beribadah di sebuah rumah dekat kediamannya.
Baca Juga: Harta Kekayaan Masriwati ASN Pemkot Bekasi, Viral Diduga Larang Umat Kristen Beribadah di Rumah!
Saat video itu viral, Masriwati mulai jadi sorotan akibat mempertanyakan izin penggunaan rumah sebagai tempat ibadah umat Kristen, di Perumnas 2, Jalan Siput Raya, Bekasi Selatan.
Dikutip dari video yang diunggah di akun Instagram @humaskotabekasi, Rabu (25/8/2024), Masriwati menyampaikan permintaan maaf melalui konferensi pers, bersama Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad, serta Pendeta dari jemaat bersangkutan.
“Atas nama pribadi dan keluarga, pada kesempatan kali ini menyampaikan permohonan maaf atas tindakan dan ucapan. Kepada Pemkot Bekasi, masyarakat Bekasi dan khususnya masyarakat di lingkungan tempat tinggal saya, kepada ibu pendeta beserta jemaatnya, atas tindakan dan ucapan yang kurang berkenan untuk dimaafkan," kata Masriwati.
Kemudian Pendeta yang hadir di lokasi, juga turut menerima permintaan maaf dari Masriwati setelah ia mengakui kesalahannya.
Pendeta tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkot Bekasi dan jajarannya karena telah memfasilitasi mediasi dengan baik sehingga masalah bisa diselesaikan.
"Saya selaku pendeta juga menerima maafnya Ibu Sri, kami maafkan ibu. Dan pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih pada Bapak Wali Kota, Pak Dandim, Pak Kapolsek dan semua pihak yang tak bisa saya sebut satu-satu. Saya bersyukur kalau ini boleh terjadi dan sekali lagi kami memaafkan," jelasnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad, menjelaskan bahwa awal mula adanya permasalahan ini terjadi karena miskomunikasi.
Akibatnya memunculkan kesan salah paham, bahwa ASN Pemkot Bekasi tersebut melakukan tindakan intoleransi.
"Perlu kami sampaikan khususnya di Kota Bekasi sebetulnya tak ada terkait masalah intoleransi, ini yang terjadi hanya masalah miskomunikasi, dengan terjadinya miskomunikasi tadi, kami pertemukan para pihak ini dan Alhamdulillah telah terjadi kesepahaman," ungkap Raden Gani Muhamad.
Raden Gani Muahamad juga menegaskan bahwa Pemkot Bekasi akan terus berkomitmen memfasilitasi ibadah umat beragama sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Dalam hal nanti saudara-saudara kita untuk bisa beribadah dengan nyaman. Terkait pendirian dengan nyaman tentunya disepakati juga melalui mekanisme aturan undang-undang yang berlaku, Pemkot secepatnya akan fasilitasi perpindahan tempat," ucapnya.
Meskipun sudah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan, namun ternyata banyak netizen yang menganggap hal tersebut tidak adil.
“Udah gitu doang?? Minta maaf beres?? Besok lupa bayar pajak gua minta maaf aja gapapa ya pak??? Jangan ada denda atau sanksi ya pak??!!” tulis @adhysixxxx.
“Pecat! Pecat!! Pecat!!!” balas @abangxxxx.
“Pemkot Bekasi omong kosong!!! Proses pecat sebagai bentuk penegasan! ASN SDM rendah!!” tulis @alfredorexxxxx.
Itulah tanggapan netizen terhadap kasus viral oknum ASN Pemkot Bekasi yang sudah marah-marah hingga larang umat Kristen beribadah di rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








