Siapakah Richard Peeperkorn? Pencetus Gerakan All Eyes on Rafah yang Ramai di Medsos

AKURAT.CO Slogan 'All Eyes on Rafah' sedang ramai digunakan di media sosial. Slogan ini bertujuan untuk menyerukan dukungan kepada Rafah dan juga menghentikan serangan tentara Israel di daerah ini.
Selain itu, slogan All Eyes on Rafah memiliki makna bahwa seluruh masyarakat dunia harus memperhatikan apa yang sedang terjadi di Rafah dan tidak untuk mengabaikan kejadian ini.
Baca Juga: All Eyes on Rafah Jadi Trending Topic di X, Ini Arti dan Maknanya
Slogan gerakan 'All Eyes on Rafah' sendiri dicetuskan oleh Richard Peeperkorn, yang aktif sebagai Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk “Wilayah Pendudukan Palestina” (Occupied Palestinian Territory/OPT).
Ia menggambarkan ketegangan di kota tersebut, yang nasibnya mungkin bergantung pada keberhasilan atau kegagalan perundingan yang dimediasi oleh Mesir, AS, dan Qatar mengenai kemungkinan kesepakatan gencatan senjata.
Pada bulan Februari lalu, ia mulai menyerukan slogan All Eyes on Rafah, setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan pembuatan rencana evakuasi ke kota tersebut, ia menegaskan bahwa Hamas masih bersembunyi dan harus dihancurkan.
Netanyahu percaya bahwa Hamas saat ini bersembunyi di benteng terakhir Palestina, yaitu Rafah.
Baca Juga: Anak-Anak dan Perempuan Jadi Korban Serangan Israel ke Rafah, DPR: Indonesia Selalu Mendorong Solusi Damai
Seperti diketahui, Richard dikenal memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang kesehatan masyarakat internasional. Selama lebih dari 30 tahun, ia telah bekerja di berbagai wilayah, termasuk Afrika, Asia, dan Eropa.
Selain itu, ia juga berpengalaman dalam memperkuat sistem kesehatan, reformasi sektor kesehatan, layanan kesehatan primer dan rujukan, penyakit menular dan tidak menular, HIV-AIDS, serta dukungan kemanusiaan.
Richard Peeperkorn adalah warga negara Belanda yang mendapatkan gelar MD dari University of Amsterdam pada 1986 dan gelar MPH dari Johns Hopkins University-School of Public Health pada 1992.
Melalui gerakan “All Eyes on Rafah”, Peeperkorn berupaya agar masyarakat internasional tidak hanya memperhatikan tetapi juga ikut bertindak untuk mengakhiri penderitaan yang dialami oleh penduduk Rafah dan daerah pendudukan lainnya.
Gerakan ini telah menghasilkan diskusi global mengenai konflik Israel-Palestina dan mendorong orang-orang untuk aktif dalam advokasi perdamaian dan keadilan.
Sementara itu, seorang seniman Palestina-Irak-Amerika yang tinggal di Inggris mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 'Semua mata tertuju pada Rafah' kemungkinan besar berasal dari pernyataan Richard Peeperkorn.
Baca Juga: PBB: Serangan Israel di Rafah Menghentikan 67 Persen Bantuan ke Gaza
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







